Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

12 Warga Jadi Tersangka Bentrokan di Mataram, 6 Ditahan

Kompas.com - 08/10/2023, 15:06 WIB
Fitri Rachmawati,
Reni Susanti

Tim Redaksi

MATARAM, KOMPAS.com - Pengamanan ketat yang dilakukan aparat kepolisian di dua kampung bertikai, Kelurahan Monjok dan Karang Taliwang, Kota Mataram, membuahkan hasil.

Sabtu (7/10/2023) malam, giliran warga Karang Taliwang yang menyerahkan sajam pada aparat.

Situasi telah kondusif, dan aparat tetap melakukan tindakan penegakan hukum, dengan memeriksa 24 orang warga yang terlibat bentrok dan 12 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: 3 Terduga Pelaku Penyerangan Polisi di Mataram Positif Gunakan Sabu

"Kita telah memeriksa 24 orang terduga pelaku penyerangan antar warga dan polisi, dan 12 orang telah kita tetapkan sebagai tersangka," jelas Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Minggu (8/10/2023).

Sejumlah warga juga telah dilepaskan karena tidak cukup bukti untuk ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari 12 orang tersangka, sesuai alat bukti yang ditemukan dan diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat tahun 1951 dan pasal 213 ke 3 KUHP sub pasal 212 KUHP, 6 orang ditahan.

Baca juga: Bentrok Warga di Mataram, 14 Terduga Pelaku Diamankan

Kemudian berdasarkan pasal 212 KUHP ada 4 tersangka tidak ditahan dan 2 tersangka dititip di Paramita karena masih di bawah umur.

"Dari 6 tersangka yang ditahan, ada 2 anak, yang dititipkan di paramitha sementara," kata Yogi.

Kemunngkinan terduga lain tetap ada, tergantung dari pemeriksaan. Bisa jadi pula ada yang menyerahkan diri atau menyerahkan senjata rakitan yang mereka kuasai.

"Saat ini kami masih fokus terhadap pencarian para terduga atau warga yang masih menyimpan benda-benda yang dilarang seperti senjata rakitan tersebut," tutur Yogi.

Dandim Kota Mataram, Muhamad Saifudin yang berada di lokasi pengamanan, juga mengimbau warga yang masih menyimpan sajam dan senjata rakitan segera menyerahkannya pada aparat.

 "Yang masih menyimpan sajam, senjata rakitan, apalagi seperti panah, diimbau untuk segera menyerahkannya, jangan sampai digunakan karena sangat membahayakan," tutur Saifudin.

Dalam pengamanan tersebut Saifudin mengatakan pihaknya bertugas membantu aparat kepolisian dengan menurunkan 150 personel TNI.

Bentrok antar kampung yang terjadi di Kota Mataram, Kamis hingga Jum'at  (5-6 Oktober 2023) menyebabkan 4 anggota Kepolisian terluka akibat terkena tembakan panah. Tiga polisi di antaranya menjalani operasi dan  dirawat di RSUD Kota Mataram.

Dari pantauan kompas.com, situasi di kedua kampung bertikai berangsur angsur kondusif.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hejo Forest di Bandung: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Hejo Forest di Bandung: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Regional
Kronologi Pria di Majalengka Bakar Rumah dan Mobil Mantan Istri Lantaran Ditolak Rujuk

Kronologi Pria di Majalengka Bakar Rumah dan Mobil Mantan Istri Lantaran Ditolak Rujuk

Regional
Terima Laporan Rektor Universitas Riau ke Mahasiswanya, Polda: Kami Coba Mediasi

Terima Laporan Rektor Universitas Riau ke Mahasiswanya, Polda: Kami Coba Mediasi

Regional
Maju Pilkada 2024, Anak Mantan Bupati Brebes Ikut Penjaringan 3 Parpol Sekaligus

Maju Pilkada 2024, Anak Mantan Bupati Brebes Ikut Penjaringan 3 Parpol Sekaligus

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Kamis 9 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Sedang

Regional
Banjir dan Longsor Landa Pinrang, Satu Warga Tewas, Sejumlah Rumah Warga Ambruk

Banjir dan Longsor Landa Pinrang, Satu Warga Tewas, Sejumlah Rumah Warga Ambruk

Regional
Kasus Dokter Lecehkan Istri Pasien, Pelaku Serahkan Uang Damai Rp 350 Juta ke Korban

Kasus Dokter Lecehkan Istri Pasien, Pelaku Serahkan Uang Damai Rp 350 Juta ke Korban

Regional
UNESCO Tetapkan Arsip Indarung I Semen Padang Jadi Memory of the World Committee for Asia and the Pacific

UNESCO Tetapkan Arsip Indarung I Semen Padang Jadi Memory of the World Committee for Asia and the Pacific

Regional
Golkar Buka Peluang Majunya Raffi Ahmad di Pilkada Jateng

Golkar Buka Peluang Majunya Raffi Ahmad di Pilkada Jateng

Regional
Mantan Gubernur Babel Maju Periode Kedua Usai 'Video Call' dengan Gerindra

Mantan Gubernur Babel Maju Periode Kedua Usai "Video Call" dengan Gerindra

Regional
Kisah Istri Berusia 19 Tahun di Karimun yang Tewas Dibunuh Suami dengan Batang Sikat Gigi

Kisah Istri Berusia 19 Tahun di Karimun yang Tewas Dibunuh Suami dengan Batang Sikat Gigi

Regional
Terluka akibat Terperangkap di Pohon, Seekor Monyet di Salatiga Diserahkan ke BKSDA Jateng

Terluka akibat Terperangkap di Pohon, Seekor Monyet di Salatiga Diserahkan ke BKSDA Jateng

Regional
Maju Pilkada Blora, Politikus NasDem Mendaftar ke Gerindra

Maju Pilkada Blora, Politikus NasDem Mendaftar ke Gerindra

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com