Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Pria di Ende Lakukan Penganiayaan, Polisi: Korban Tak Mengaku Lecehkan Keponakan Pelaku

Kompas.com - 28/11/2022, 20:11 WIB

ENDE, KOMPAS.com - Polisi akhirnya mengungkap motif AP, melakukan penganiayaan terhadap SL di sebuah rumah kos, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (26/11/2022) pukul 09.00 Wita.

Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Ende Iptu Yance Kadiaman mengatakan, pelaku melakukan penganiayaan karena korban tak mengakui perbuatan melecehkan keponakan pelaku.

Baca juga: Pria yang Aniaya Terduga Pelaku Pelecehan di Ende Jadi Tersangka, Terancam 2 Tahun Penjara

"Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena korban tidak mengakui bahwa telah melakukan pelecehan terhadap ponakan pelaku," ujar Yance saat dihubungi, Senin (28/11/2022).

Kasus penganiayaan ini sempat viral di media sosial. Dalam video berdurasi 29 detik itu, pelaku tampak menendang dan meninju korban berkali-kali.

Meski korban menyampaikan permohonan maaf, tetapi AP tetap menganiayanya.

Yance menjelaskan, video penganiayaan itu direkam oleh seorang saksi berinisial WK yang saat itu sedang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

"SL yang meminta WK untuk merekam aksi penganiayaan itu. Saksi WK sudah diperiksa untuk dimintai keterangan," jelasnya.


Selanjutnya, pelaku mengunggah video penganiayaan ke status WhatsApp.

Warga yang melihat video tersebut kemudian mengunduhnya. Tak berselang lama video penganiayaan ini viral di media sosial.

Salah seorang saksi AN yang menonton video tersebut kemudian melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ende dengan laporan polisi nomor LP/A/229/XI/2022/SPKT/POLRES ENDE/ POLDA NTT, tanggal 26 November 2022.

Baca juga: Pria di Ende Ditangkap Usai Aniaya Terduga Pelaku Pelecehan terhadap Keponakan

"Setelah menerima laporan, hanya kurang dari dua jam aparat berhasil bekuk pelaku," katanya.

Yance menambahkan, pelaku sudah ditahan sel tahanan Polres Sikka. Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Pencuri Sapi di Penajam Berhasil Diungkap, Hewan Langsung Dipotong di Tempat

Komplotan Pencuri Sapi di Penajam Berhasil Diungkap, Hewan Langsung Dipotong di Tempat

Regional
Kisah Erma Buruh Pabrik Garmen Viral di Grobogan, Pernah Diusir dan Dibilang Gila oleh Atasannya

Kisah Erma Buruh Pabrik Garmen Viral di Grobogan, Pernah Diusir dan Dibilang Gila oleh Atasannya

Regional
Jaksa Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Dana Gempa di Seram Bagian Barat

Jaksa Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Dana Gempa di Seram Bagian Barat

Regional
Kronologi Perangkat Desa Diamuk Massa karena Curi Uang Warga, Sempat Jajan Kopi dan Rokok hingga Tertangkap di Kandang Ayam

Kronologi Perangkat Desa Diamuk Massa karena Curi Uang Warga, Sempat Jajan Kopi dan Rokok hingga Tertangkap di Kandang Ayam

Regional
Ada Ambengan Raksasa Senilai Rp 5 Juta di Kebumen, Bupati: Tidak Pantas Disebut Kabupaten Termiskin

Ada Ambengan Raksasa Senilai Rp 5 Juta di Kebumen, Bupati: Tidak Pantas Disebut Kabupaten Termiskin

Regional
Gerindra Jateng Sebut Prabowo-Ganjar Sangat Mungkin Berpasangan pada Pilples 2024

Gerindra Jateng Sebut Prabowo-Ganjar Sangat Mungkin Berpasangan pada Pilples 2024

Regional
Disnakertrans Jateng Temukan Pelanggaran Pembayaran Upah Buruh di Grobogan yang Videonya Viral

Disnakertrans Jateng Temukan Pelanggaran Pembayaran Upah Buruh di Grobogan yang Videonya Viral

Regional
Jari Bayi Putus karena Digunting Perawat, Polisi Tetapkan Tersangka hingga Hotman Paris Turun Tangan

Jari Bayi Putus karena Digunting Perawat, Polisi Tetapkan Tersangka hingga Hotman Paris Turun Tangan

Regional
Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Masjid di Rokan Hulu Riau

Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Masjid di Rokan Hulu Riau

Regional
Pantai Pangumbahan di Sukabumi: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Pangumbahan di Sukabumi: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
4 Bocah Laki-laki Disodomi Pria di Tanah Bambu, 2 Korban Lapor Polisi hingga Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

4 Bocah Laki-laki Disodomi Pria di Tanah Bambu, 2 Korban Lapor Polisi hingga Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Pemkot Pontianak Wacanakan Bangun Jembatan Senilai Rp 1 Triliun Tanpa APBD

Pemkot Pontianak Wacanakan Bangun Jembatan Senilai Rp 1 Triliun Tanpa APBD

Regional
3 Rumah Warga di Mamuju Terbakar, Damkar Sempat Kesulitan Padamkan Api

3 Rumah Warga di Mamuju Terbakar, Damkar Sempat Kesulitan Padamkan Api

Regional
Buntut Kasus Viral Buruh di Grobogan, Disnaker Jateng Benarkan Buruh Belum Dibayar Sejak September

Buntut Kasus Viral Buruh di Grobogan, Disnaker Jateng Benarkan Buruh Belum Dibayar Sejak September

Regional
Indahnya Kebersamaan Antaretnis pada Cap Go Meh 2023 di Padang

Indahnya Kebersamaan Antaretnis pada Cap Go Meh 2023 di Padang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.