Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Daerah Penghasil Cengkeh Terbesar di Indonesia, dari Maluku Utara hingga Sulawesi

Kompas.com - 20/02/2022, 06:00 WIB
Dini Daniswari

Editor

KOMPAS.com - Cengkeh merupakan rempah Indonesia. Indonesia menjadi incaran penjajah salah satunya karena cengkeh.

Komoditi utama cengkeh adalah bagian bunganya.

Luas areal cengkeh nasional pada 2021 mencapai 574,76 hektar (ha) dengan produksi mencapai 140.812 ton serta produktivitas rata-rata 400 kg/ha.

Berikut beberapa daerah-daerah penghasil cengkeh terbesar di Indonesia:

1. Maluku Utara

Daerah Maluku Utara merupakan penghasil cengkeh utama di Indonesia.

Wilayah-wilayah penghasil cengkeh di Maluku Utara adalah Tidore, Ternate, Moti, Makian, dan Bacan. Tidore merupakan daerah penghasil utama cengkeh di Maluku Utara.

Baca juga: 9 Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan, Jarang Diketahui

Cengkeh Maluku Utara memegang peranan penting dalam perdagangan dunia

Meskipun begitu, budidaya tanaman itu baru dimulai pada sekitar abad ke-16.

Pada masa itu, Tidore telah menghasilkan cengkeh berkisar 1400 bahar cengkeh setiap tahunnya.

Bahar merupakan ukuran satuan untuk menakar jumlah cengkeh yang berkembang pada abad 16 sampai abad 18. 1 bahar kurang lebih sama dengan 225 kg.

Tingginya permintaan dan harga produk cengkeh mendorong Pemda Maluku Utara bersama Kemenkumham untuk menetapkan cengkeh sebagai indikasi geografis dengan nama cengkeh Moloku Kieraha bernomor 10/IG/VJ/A/2016.

Cengkeh Maluku Utara lolos indikasi geografis Maluku Utara karena bunga cengkeh kering dan minyak cengkeh yang dihasilkan memiliki cita rasa khas dan mutu yang berbeda dibandingkan cengkeh dari daerah lain.

Baca juga: 15 Fakta Seputar Cengkeh, dari Fungsi hingga Manfaat

Di Maluku Utara juga terdapat tanaman cengkeh tertua di dunia yang bernama cengkeh Afo yang diperkirakan usianya 250 tahun. Cengkeh Afo terdapat di lereng Gunung Gamalama, Pulau Ternate.

2. Sulawesi

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Truk Rem Blong Terbalik di Kebumen, 6 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Truk Rem Blong Terbalik di Kebumen, 6 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Balon Udara Berisi Mercon Teror Warga Magelang dan Klaten, Polda Jateng: Ada Ancaman Penjara

Balon Udara Berisi Mercon Teror Warga Magelang dan Klaten, Polda Jateng: Ada Ancaman Penjara

Regional
Banjir Lebong Bengkulu, Warga Terdampak Dihantui Krisis Air Bersih

Banjir Lebong Bengkulu, Warga Terdampak Dihantui Krisis Air Bersih

Regional
Perayaan Waisak 2024 di Candi Borobudur, Ini Rangkaian Acaranya

Perayaan Waisak 2024 di Candi Borobudur, Ini Rangkaian Acaranya

Regional
Puluhan Biksu Thudong Akan Jalan Kaki ke Candi Borobudur dan Muaro Jambi, Apa Tujuannya?

Puluhan Biksu Thudong Akan Jalan Kaki ke Candi Borobudur dan Muaro Jambi, Apa Tujuannya?

Regional
PVMBG Sebut Bom Vulkanik Gunung Ruang Sulut Ancam Pulau Terdekat

PVMBG Sebut Bom Vulkanik Gunung Ruang Sulut Ancam Pulau Terdekat

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Banjir di Lebong Bengkulu, 2.712 Masyarakat Mengungsi

Banjir di Lebong Bengkulu, 2.712 Masyarakat Mengungsi

Regional
Menantu Wanita Otaki Begal Mertua di Kendari, ND: Saya Dendam, Tidak Pernah Dianggap Keluarga

Menantu Wanita Otaki Begal Mertua di Kendari, ND: Saya Dendam, Tidak Pernah Dianggap Keluarga

Regional
Pensiunan PLN Nyatakan Siap Maju dalam Pilkada Ende

Pensiunan PLN Nyatakan Siap Maju dalam Pilkada Ende

Regional
Gunung Ruang Alami Erupsi, BMKG Imbau Waspada Potensi Tsunami

Gunung Ruang Alami Erupsi, BMKG Imbau Waspada Potensi Tsunami

Regional
Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Banten Menurun, Korban Jiwa 7 Orang

Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Banten Menurun, Korban Jiwa 7 Orang

Regional
Tinggi Kolom Erupsi Eksplosif Gunung Ruang Sulut Capai 3.000 Meter

Tinggi Kolom Erupsi Eksplosif Gunung Ruang Sulut Capai 3.000 Meter

Regional
Gunung Ruang Status Tanggap Darurat, 11.615 Penduduk Harus Mengungsi

Gunung Ruang Status Tanggap Darurat, 11.615 Penduduk Harus Mengungsi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com