Gunung Semeru Masih Potensi Keluarkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar, Warga Diimbau Waspada

Kompas.com - 06/12/2021, 21:56 WIB
Kerusakan bangunan di Dusun Sumbersari Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021). Kampung itu luluh lantak akibat awan panas dari Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) lalu. KOMPAS.com/ANDI HARTIKKerusakan bangunan di Dusun Sumbersari Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021). Kampung itu luluh lantak akibat awan panas dari Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

SURABAYA, KOMPAS.Com - Semburan Awan Panas Guguran (APG) dari Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali terjadi pada Senin (6/12/2021) meski dengan intensitas yang lebih kecil.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PMVBG) Andiani pada konferensi pers virtual, Senin.

"Tadi pagi sempat ada semburan APG susulan, tapi tidak terlalu besar, kita harus tetap waspada terkait hal ini," kata Andini.

Baca juga: Misteri Truk Kosong Usai Gunung Semeru Meletus, Keberadaan Sopirnya Masih Jadi Teka-teki

Atas kondisi tersebut, Andiani juga memprediksi bahwa ke depan masih terdapat potensi bahaya awan panas guguran dan banjir lahar dingin.

Oleh karena itu, Badan Geologi dan pihaknya masih terus melakukan pengamatan terhadap aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam setiap harinya.

"Potensi terjadinya APG masih ada, tetapi kami sulit untuk menentukan waktu terjadinya, ketika menjelang APG terjadi," terangnya.

Andini menuturkan, lembaganya sudah memiliki sistem mitigasi seperti alat-alat yang dapat mencatat getaran-getaran yang mampu merekam getaran material yang akan turun dari puncak gunung.

"Setelah alat tersebut mencatat getaran, segera kami sampaikan melalui grup WhatsApp untuk segera disebarluaskan kepada masyarakat," beber dia.

Baca juga: Ahli Ungkap Tanda-tanda Sebelum Gunung Semeru Erupsi, Gempa 50 hingga 100 Kali Sehari

Selain APG, potensi banjir lahar juga akan terjadi karena di daerah hulu atau bagian puncak gunung masih ada material hasil erupsi dengan volume yang cukup banyak.

Sehingga apabila dengan curah hujan yang saat ini masih cukup tinggi, material tersebut akan turun terbawa banjir.

"Potensi banjir lahar juga masih tinggi, utamanya adalah pada bukaan kawah yang mengarah ke bagian selatan dan tenggara, di antaranya melalui sungai Besuki-Kobokan," tandas dia.

Dia berharap semua warga tidak panik meskipun musibah hari ini belum diketahui kapan akan berakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarik Minat Anak, Vaksinasi Covid-19 Digelar di Taman Kota Purwokerto

Tarik Minat Anak, Vaksinasi Covid-19 Digelar di Taman Kota Purwokerto

Regional
Polda Bengkulu Panggil Gubernur Rohidin Mersyah

Polda Bengkulu Panggil Gubernur Rohidin Mersyah

Regional
Waspada Adanya Covid-19 Omicron, Ini Langkah Pemkab Blora

Waspada Adanya Covid-19 Omicron, Ini Langkah Pemkab Blora

Regional
Ibu Kota Baru, dari Wacana yang Menguap, Drama Pengumuman Lokasi, hingga Dipilihnya Nama Nusantara

Ibu Kota Baru, dari Wacana yang Menguap, Drama Pengumuman Lokasi, hingga Dipilihnya Nama Nusantara

Regional
Vaksinasi Booster Mulai Digelar di Sikka, Dinkes: Serentak di Setiap Puskesmas

Vaksinasi Booster Mulai Digelar di Sikka, Dinkes: Serentak di Setiap Puskesmas

Regional
Pecat Kades karena Terbukti Berzina, Bupati Wonogiri Digugat Rp 10 Miliar

Pecat Kades karena Terbukti Berzina, Bupati Wonogiri Digugat Rp 10 Miliar

Regional
Duduk Perkara Siswa SD di Tasikmalaya Meninggal Dunia Usai Divaksin, Diduga karena DBD

Duduk Perkara Siswa SD di Tasikmalaya Meninggal Dunia Usai Divaksin, Diduga karena DBD

Regional
Dilaporkan Gelapkan Tanah oleh ASN di Blora, Pengusaha Ini Buka Suara

Dilaporkan Gelapkan Tanah oleh ASN di Blora, Pengusaha Ini Buka Suara

Regional
Pembunuh Wanita yang Mayatnya Ditemukan di Kawasan Hutan Aceh Timur Ditangkap

Pembunuh Wanita yang Mayatnya Ditemukan di Kawasan Hutan Aceh Timur Ditangkap

Regional
Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Blora Ditargetkan Rampung Akhir Februari

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Blora Ditargetkan Rampung Akhir Februari

Regional
Seorang Wanita Naik ke Atas Tower SUTET di Pekanbaru

Seorang Wanita Naik ke Atas Tower SUTET di Pekanbaru

Regional
Puncak Musim Hujan, BPBD Kota Batu Minta Warga Waspada Pohon Tumbang

Puncak Musim Hujan, BPBD Kota Batu Minta Warga Waspada Pohon Tumbang

Regional
KLHK Gugat 2 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Kalimantan

KLHK Gugat 2 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Kalimantan

Regional
45 KK dari 2 Kecamatan di Jember Terdampak Banjir, Sebuah Jembatan Ambruk

45 KK dari 2 Kecamatan di Jember Terdampak Banjir, Sebuah Jembatan Ambruk

Regional
Polisi Bebaskan 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental, Ini Alasannya

Polisi Bebaskan 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.