Gubernur Bengkulu Realisasikan Janji Politik Hapus Pajak Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 04/03/2021, 10:56 WIB
Gubernur Bengkulu dan wakilnya, Rohidin Mersyah- Rosjonsyah KOMPAS.COM/FIRMANSYAHGubernur Bengkulu dan wakilnya, Rohidin Mersyah- Rosjonsyah

BENGKULU, KOMPAS.com - Janji politik pembebasan pajak kendaraan bermotor roda dua Gubernur Bengkulu dan wakil terpilih, Rohidin Mersyah-Rosjonsyah mulai digeber.

Gubernur telah mengusulkan revisi Perda ke DPRD terkait implementasi janji politik saat pilkada lalu.

"Kita sekarang telah mengusulkan revisi perdanya, karena pajak kendaraan bermotor itu salah satu item pendapatan pemda. Ini harus kita hapuskan dulu. Semoga perdanya disetujui. Saya berharap di APBD perubahan tahun ini sudah mulai bisa diterapkan. Jadi kita akan berlakukan di seluruh Provinsi Bengkulu, untuk kendaraan roda dua yang CC-nya di bawah 150," kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam rilisnya ke Kompas.com, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Gubernur Bengkulu Prioritaskan Insan Pers untuk Vaksinasi Tahap II

Selain implementasi janji pembebasan pajak kendaraan bermotor, Rohidin-Rosjonsyah juga memiliki 18 program prioritas yang dijanjikan kepada masyarakat.

Sebanyak 18 program itu seperti SPP gratis tingkat SLTA, beasiswa mahasiswa berprestasi, stabilitas harga pertanian, pupuk gratis, penurun status kawasan hutan untuk petani, hutan adat, tunjanga  ASN dan honorer, honor perangkat desa dan pengurus rumah ibadah, kebebasan pers dan kompetensi wartawan, industri kreatif, pengelolaan ikan dan lainnya.

"Terkait dengan pemahaman dan tanggung jawab wujudkan visi-misi kepala daerah itu yang harus segera dilaksanakan. Betul-betul yang namanya pilkada usai dan semua gesekan serta persoalan dihilangkan. Sekarang yang ada itu, Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu. Mari kita saling berangkulan untuk Bengkulu maju," tegas Gubernur Bengkulu ke-10 ini.

Hal senada disampaikan Wagub Bengkulu Rosjonsyah. Menurutnya, untuk mewujudkan program kerja dan visi-misi kepala daerah, ASN di jajaran Pemprov Bengkulu juga harus bisa mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan menciptakan birokrasi yang nyaman.

"Dari SDM-nya juga kita atur dan kita jadikan ASN ini sebagai pegawai wajib, supaya semua roda pemerintahan ini menyambung. Ini juga seperti yang diminta Pak Gubernur, saya selaku pengawasan dan pembinaan ASN, saya akan jalankan itu dengan cara saya," jelas Wagub Rosjonsyah.

Ditambahkan Wagub Bengkulu Rosjonsyah, pada umumnya perilaku pegawai terbagi 4 kriteria, yaitu wajib, sunah, makruh dan haram.

Baca juga: Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Pegawai wajib merupakan pegawai yang disiplin, mengerti dengan tugasnya dan mau dibina ke arah yang lebih baik.

"Kalau sudah wajib dan mengerti tugasnya, dengan pembinaan kita, sehingga bisa nyambung program ini," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PN Manado Tolak Gugatan Praperadilan Mantan Bupati Minahasa Utara

PN Manado Tolak Gugatan Praperadilan Mantan Bupati Minahasa Utara

Regional
Cerita Wagub Lampung Bantu Promo Dagangan Lebaran UMKM Gratis di Instagram

Cerita Wagub Lampung Bantu Promo Dagangan Lebaran UMKM Gratis di Instagram

Regional
Diterjang Badai Surigae, Gereja di Kepulauan Talaud Rusak Berat

Diterjang Badai Surigae, Gereja di Kepulauan Talaud Rusak Berat

Regional
Kronologi Oknum TNI Bunuh Guru SD gara-gara Didesak untuk Menikah, Dibunuh Saat Ambil Seragam Persit

Kronologi Oknum TNI Bunuh Guru SD gara-gara Didesak untuk Menikah, Dibunuh Saat Ambil Seragam Persit

Regional
Jumlah Sekolah di Jateng untuk Uji Coba Belajar Tatap Muka Akan Bertambah Pekan Depan

Jumlah Sekolah di Jateng untuk Uji Coba Belajar Tatap Muka Akan Bertambah Pekan Depan

Regional
Kiprah Gerakan Salon Masjid Cianjur, Bikin Jemaah Nyaman Tanpa Bayaran

Kiprah Gerakan Salon Masjid Cianjur, Bikin Jemaah Nyaman Tanpa Bayaran

Regional
Ganjar yang Memaknai Hidup seperti Merawat Akar

Ganjar yang Memaknai Hidup seperti Merawat Akar

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 2 Kali Awan Panas dan 14 Guguran Lava

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 2 Kali Awan Panas dan 14 Guguran Lava

Regional
Meningkat Tinggi, Kasus Corona di Riau Bertambah 228 Orang, 9 Meninggal Dunia

Meningkat Tinggi, Kasus Corona di Riau Bertambah 228 Orang, 9 Meninggal Dunia

Regional
Gempa Magnitudo 6,4 Terjadi di Nias, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,4 Terjadi di Nias, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
4 Fakta Baru, Penganiaya Perawat Kembali Dilaporkan hingga Hasil Investigasi Keluar

4 Fakta Baru, Penganiaya Perawat Kembali Dilaporkan hingga Hasil Investigasi Keluar

Regional
KLB ODGJ di Manggarai Timur, 532 Warga Derita Gangguan Jiwa, Diduga Ini Penyebabnya

KLB ODGJ di Manggarai Timur, 532 Warga Derita Gangguan Jiwa, Diduga Ini Penyebabnya

Regional
WN Rusia Ini Curi 5 Helm, Diduga Terpengaruh Alkohol, Ini Kata Polisi

WN Rusia Ini Curi 5 Helm, Diduga Terpengaruh Alkohol, Ini Kata Polisi

Regional
Cerita Mukhtar, Mantan Teroris yang Kini Jadi Petani, Tanam Porang dan 900 Pohon Pepaya

Cerita Mukhtar, Mantan Teroris yang Kini Jadi Petani, Tanam Porang dan 900 Pohon Pepaya

Regional
Antisipasi Pemudik, Sumsel Buat Penyekatan di Tiap Pintu Masuk

Antisipasi Pemudik, Sumsel Buat Penyekatan di Tiap Pintu Masuk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X