Kompas.com - 10/06/2013, 11:56 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Menindaklanjuti bentrokan antara massa Front Pembela Islam dan polisi di Serpong pada Kamis (6/6/2013) lalu, FPI berencana melakukan aksi di depan Mapolda Metro Jaya, Senin siang ini. Ajakan untuk ikut dalam aksi itu pun sudah disebarkan melalui pesan singkat (SMS). Berikut isi SMS tersebut:

"Ayo, Umat Islam bersama seluruh Laskar dan Aktivis FPI hadir DEMO di Polda Metro Jaya utk menuntut PEMECATAN KAPOLRES METRO KABUPATEN TANGERANG dan Gerombolannya yg telah MEMPERSENJATAI PREMAN dan MENGANIAYA HABIB & USTADZ serta membela KONGLOMERAT PERAMPAS TANAH RAKYAT. Senin 10 Juni 2013 jam 13.00 langsung ke Gerbang Utama Polda Metro".

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto pun membenarkan adanya rencana aksi tersebut.

"Ya, rencananya jam satu," kata Rikwanto melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com, Senin (10/6/2013) siang.

Untuk mengamankan aksi tersebut, menurut Rikwanto, Polda Metro Jaya akan menurunkan 350 personel.

Sebelumnya diberitakan, bentrok antara anggota FPI dan polisi ini terjadi karena massa FPI memasuki lahan yang dikuasai pengembang Alam Sutra. Massa menilai tanah itu milik ahli waris Munting.

Akibat bentrokan tersebut, dua orang polisi, yakni Aiptu Asmir Asmoro dan Brigadir Afriko Hanzoni, harus menjalani perawatan medis di RS Omni, Tangerang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.