Kompas.com - 08/06/2013, 18:09 WIB
EditorFarid Assifa

BATAM, KOMPAS.com - Polisi menangkap sepasang kekasih, JT dan H, yang diduga telah mencetak dan mengedarkan uang palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 di tempat-tempat hiburan malam di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pertama kami mendapat laporan dari seorang karyawan diskotik di kawasan Nagoya yang menyatakan ada pengunjung yang dicurigai membayar minuman dengan uang palsu. Setelah ditelusuri kami menangkap sepasang kekasih tersebut," kata Kapolsek Lubuk Baja Kompol Aris Rusdiyanto di Batam, Sabtu (8/6/2013).

Pelaku, kata dia, membuat uang palsu dengan cara memindai uang asli ke komputer kemudian dicetak dengan mesin printer dan kertas yang dibeli di toko perlengkapan kantor.

Ia mengatakan, saat penangkapan ditemukan barang bukti uang palsu senilai Rp 850.000 terdiri dari pecahan Rp 100.000 sebanyak empat lembar dan Rp 50.000 sebanyak sembilan lembar.

"Kami juga mengamankan mesin pencetak merk Canon Pixma MP-237 dan mesin pemotong kertas yang digunakan pelaku untuk mencetak uang palsu tersebut," kata dia.

Ia mengatakan, pelaku memang sengaja membelanjakkan uang-uang palsu hasil cetakan mereka pada tempat-tempat hiburan malam yang menggunakan lampu-lampu redup.

"Pelaku sebelumnya sudah sering kali melakukan aksi tersebut di tempat-tempat hiburan malam di Batam hingga akhirnya kami tangkap," kata Aris.

Selain untuk membeli minuman, kata dia, pelaku juga sering menggunakan uang tersebut untuk membeli ekstasi untuk dikonsumsi sendiri.

"Kami masih terus mengembangkan kasus ini. Karena tidak menutup kemungkinan mereka merupakan sindikat yang sering mengedarkan uang-uang palsu di Batam," kata dia.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 244 KUHP jo 245 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun kurungan penjara.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X