Kompas.com - 05/06/2013, 19:32 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Melonjaknya harga jengkol berpengaruh besar di Pasar Induk Caringin Kota Bandung. Salah seorang pemilik kios grosir jengkol Dodo Suhendra mengatakan, akibat kenaikan tersebut, banyak pengecer yang lebih memilih pulang kampung ketimbang menunggu stok jengkol yang tidak jelas.

Menurut Dodo, dari sekitar 500 pengecer jengkol langganannya, hanya tersisa 8 pengecer yang mampu terpenuhi stoknya meski jadwal pasoknya tidak teratur.

"Biasanya hampir 500 pengecer. Cuma sekarang delapan orang yang bertahan. Itu juga tidak semua, kadang cuma dua pengecer yang dapat," kata Dodo, Rabu (5/6/2013).

Di tempat yang sama, pedagang jengkol lainnya, Cepi Setiawan menambahkan, setelah harga jengkol naik, distribusi sayuran berbau khas itu kini merosot drastis. Jika pada saat harga normal, kiriman jengkol mencapai 20 truk atau sekitar 100 ton per hari, belakangan kiriman jengkol yang kebanyakan dari daerah Sumatera ini hanya sekitar 2 hingga 3 kuintal per pekan.

"Mungkin karena barang di sananya nggak ada. Paling seminggu 2 sampai 3 kuintal. Kebanyakan dari daerah Lampung. Tengkulak di sana juga susah dapatnya," bebernya.

Kemungkinan, lanjut Cepi, stok jengkol dalam jumlah lebih besar baru terpenuhi sekitar satu setengah bulan ke depan. Ditanya soal omzet, ia mengaku tidak bisa mengira besarannya.

"Kalau keuntungan tidak menentu karena tergantung harga pasar juga. Soalnya pembeli juga berkurang, yang biasa beli tiga kuintal, sekarang paling cuma lima kilo," paparnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X