Angkut Alat Berat untuk Bangun Jalan, Kapal Terbalik Dihantam Banjir Bandang

Kompas.com - 05/06/2013, 04:24 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

TIMIKA, KOMPAS.com — Kapal Motor (KM) Karaka jenis landing craft tank (LCT) yang mengangkut dua buah ekskavator terbalik di Sungai Kapiraya, Log Pon, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Sabtu (1/6/2013) lalu. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak 10 orang awak kapal berhasil menyelamatkan diri, tetapi muatan yang berada di atas kapal tenggelam ke dasar sungai. Telah dibentuk tim untuk menyelamatkan kapal dan alat berat tersebut.

Pelaksana Harian Kepala Kantor SAR Timika, Raymond, mengatakan, musibah yang menimpa kapal motor milik Pemerintah Kabupaten Mimika terjadi sekitar pukul 02.30 WIT, diduga akibat banjir bandang. Setelah menerima laporan pada Sabtu pagi, jelas Raymond, tim dari Kantor SAR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Orari yang berjumlah 17 orang berangkat ke Kapiraya dengan menggunakan tiga buah kapal cepat.

Tiba di lokasi kejadian, Tim SAR gabungan mendapati 10 orang awak dalam kondisi selamat. "Posisi kapal yang masih berada di pinggir sungai setelah menaikkan alat berat sehingga awak kapal bisa berenang ke tepian. Dua orang awak kapal yang mengalami luka, dievakuasi pada sore harinya," jelas Raymond yang ditemui di Kantor SAR Timika Selasa (4/6/2013) sore. Menurut Raymond, setelah Tim SAR gabungan kembali ke Timika, secara resmi pula operasi SAR KM Karaka ditutup.

Upaya penyelamatan kapal

Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Rakyat Poumako, Anace Humbore, selaku penanggung jawab KM Karaka, mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Bupati Mimika Abdul Muis, mereka meminta dilakukan penyelamatan kapal yang merupakan aset pemda tersebut. Saat mengalami musibah, kapal LCT Karaka sedang membawa alat berat ke Kapiraya untuk keperluan proyek pembangunan jalan dari Kapiraya menuju Kokonao, di Distrik Mimika Barat.

Untuk keperluan membalikkan LCT, kata Anace, sudah ada koordinasi dengan Pangkalan TNI AL Timika, kepolisian perairan dan udara (Polairud), KP3 Laut Pelabuhan Poumako, serta SAR Timika. "Posisi LCT kan tidak tenggelam dan berada di pinggir sungai. Kami sudah membentuk tim beranggota 17 orang, beberapa di antaranya penyelam. Kami berupaya untuk melihat kemungkinan membalikkan kapal dan jika memungkinkan juga ekskavator pun diupayakan diangkat," ungkap Anace yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Rencananya, menurut Anache, tim penyelamat kapal ini akan berangkat ke Kapiraya, Rabu (5/6/2013) . Kapal LCT Karaka adalah salah satu aset Pemda Mimika di bawah Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika. Keberadaan kapal adalah untuk memenuhi keperluan transportasi ke sejumlah distrik yang berada di pesisir pantai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X