Kompas.com - 03/06/2013, 20:32 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Pengusaha tempat hiburan karaoke di Kota Magelang, Jawa Tengah meminta pemerintah kota (pemkot) setempat untuk memberikan izin beroperasi selama bulan Ramadhan 1434H mendatang. Permintaan itu diajukan karena pengusaha membutuhkan tambahan pemasukan dana untuk membayar gaji dan tunjangan hari raya (THR) para karyawan.

Manager Tempat Karaoke Happy Puppy Outlet Magelang, Vincentius Eko Helmi Wiranto mengungkapkan, para karyawan selalu kesulitan mencari nafkah selama bulan puasa. Terlebih, jika harus menutup total jam operasional tempat hiburan keluarga itu.

"Banyak biaya tambahan yang harus dikeluarkan pada bulan puasa. Selain gaji, tunjangan hari raya (THR) adalah hak yang harus diperoleh karyawan," kata Helmi, Sabtu (3/6/2013).

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan adanya kebijakan toleransi dari pemkot agar tempat usahanya itu bisa beroperasi pada siang dan malam hari, atau setidaknya sama dengan kebijakan tahun lalu.

Helmi menyebutkan, pada Peraturan Walikota (Perwal) tahun 2012 memperbolehkan tempat karaoke beroperasi selama bulan puasa. Namun hanya pada malam hari setelah umat Islam menunaikan ibadah salat tarawih, sedangkan di siang hari harus tutup total.

"Karenanya kami mohon tahun ini ada kebijakan lebih, kami diperbolehkan buka baik di siang maupun malam, meskipun harus ada batasan-batasan tertentu," ujarnya.

Helmi menolak jika tempat hiburan karaoke, khususnya miliknya, dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas asusila, yang dianggap dapat merusak ibadah muslim berpuasa. Menurutnya, usahanya itu sudah memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.

"Pemerintah juga harus adil memberlakukan kebijakan itu. Kalau kami diharuskan tutup, maka ketentuan itu juga harus diberlakukan juga pada restoran atau warung makan," tandasnya.

Dia mengaku, selama ini tidak pernah dilibatkan dalam diskusi perumusan kebijakan oleh pemkot atau dinas terkait. Sajauh ini pihaknya hanya pernah dimintai pendapat terkait efek adanya tempat hiburan karaoke itu berikut keamanaannya.

Helmi juga mengaku sudah pernah menyampaikan keinginan tersebut pada rapat dinas di kantor BP2T pada 19 April lalu. Saat itu hadir perwakilan dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), kepolisian, Satpol PP, dan BP2T sendiri, yang membahas perpanjangan jam operasional hingga pukul 02.00 WIB.

"Saat itu kami juga singgung terkait jam buka bulan puasa. Namun sejauh ini belum ada kabar mengenai kepastiannya, padahal bulan puasa sudah dekat kurang satu bulan," akunya.

Dia berharap klausul dalam peraturan wali kota itu direvisi agar lebih fleksibel sehingga karaoke bisa buka sebulan penuh, namun tetap dalam koridor menghormati umat Islam yang sedang berpuasa. Untuk mengantisipasi jika terjadi penetapan di luar keinginan, selama Juni ini pihaknya menawarkan program check in 3 jam hanya bayar 2 jam. Namun program ini berlaku pada Minggu, Senin, dan Selasa Malam saja setelah pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kota Magelang Suko Tri Cahyo menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun dan mengaji peraturan wali kota terkait hiburan malam, baik jam operasional reguler maupun Ramadhan.

"Jika sudah benar-benar siap, akan segera dikoordinasikan kepada para pengelola tempat hiburan. Mudah-mudahan dalam bulan ini selesai," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X