Kompas.com - 30/05/2013, 22:09 WIB
EditorFarid Assifa

KARAWANG, KOMPAS.com - Lima unit rumah beserta gudang limbah bernilai ekonomis di wilayah perkotaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hangus terbakar, Kamis (30/5/2013).     

Sejumlah saksi menyebutkan, insiden tersebut terjadi secara tiba-tiba. Pada awalnya api muncul dari sebuah gudang limbah di wilayah Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Karawang.

Kobaran api begitu cepat menjalar sampai akhirnya membakar lima unit rumah warga yang lokasinya tepat berada di samping gudang tersebut.

Gudang itu sendiri kebanyakan menyimpan barang yang mudah terbakar seperti kardus dan plastik, sehingga api cepat menjalar ke rumah warga.

Suryadi, pemilik rumah yang terbakar, Kamis, mengatakan, api juga cepat menyambar ke rumah warga, karena lima rumah warga yang ikut terbakar itu merupakan bangunan semi permanen yang terbuat dari kayu.

Ia mengaku kaget saat menyaksikan rumahnya dilahap "si jago merah". Begitu juga dengan warga setempat lainnya, histeris menyaksikan api yang sudah membesar.     

"Saat kejadian, api sangat cepat menyambar, ditambah lagi saat itu kondisi angin sangat kencang. Barang-barang rumah tangga saya hangus semua, tidak ada yang bisa diselamatkan," katanya.

Melihat api yang semakin membesar, Suryadi bersama warga setempat lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, yakni menggunakan air dari drainase.

Sementara beberapa saat kemudian, satu per satu hingga tiga unit mobil pemadam kebakaran dari UPTD Pemadam Kebakaran Karawang datang ke lokasi.     

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi dari informasi yang berhasil dihimpun, kerugian akibat peristiwa kebakaran itu mencapai ratusan juta rupiah.

Oman, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Karawang mengatakan, tiga unit mobil pemadam kebakaran dan 17 petugas diturunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Tetapi karena kondisi jalan raya menuju lokasi cukup sempit dan banyak warga yang menyaksikan peristiwa tersebut, proses pemadaman sedikit terhambat.

Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api yang membakar lima unit rumah dan sebuah gudang tersebut.

Petugas juga sempat terhambat dalam melakukan pemadaman, karena arus lalu lintas di lokasi macet menyusul banyaknya warga yang hendak menyaksikan kebakaran itu. Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya petugas kepolisian yang mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X