Ganjar: Pembangunan Jateng Tidak dalam Konteks 100 Hari - Kompas.com

Ganjar: Pembangunan Jateng Tidak dalam Konteks 100 Hari

Kompas.com - 27/05/2013, 15:59 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Meski baru memenangi Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah dalam versi hitung cepat, calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah menyiapkan langkah program pembangunan di Jawa Tengah. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa konteks pembangunan tidak dalam 100, 200, atau 300 hari.

Pada awal pemerintahannya nanti, ia akan fokus pada pembahasan politik anggaran. Ia mengatakan sudah menyiapkan tim untuk membahas hal tersebut. "Belanja pembangunan nantinya akan lebih besar dari belanja aparatur, dan hal ini akan dimulai di 2014," ujarnya, Senin (27/5/2013).

Ia tengah mencari celah untuk melakukan pergeseran pola anggaran tersebut dengan tetap tidak melanggar undang-undang. Sebab, menurutnya, belanja aparatur selama ini masih jauh lebih besar daripada belanja pembangunan.

Menurutnya, di Indonesia sebagai gubernur tidak memiliki keleluasaan kewenangan 100 hari. Hal ini berbeda dengan di Eropa dan Amerika. Di Indonesia, ungkapnya, posisi gubernur harus sesuai kewenangan yuridis. Sebab itu, ia tetap akan melangkah sesuai peraturan yang ada.

"Juni, Juli ini sudah mulai sehingga pada Agustus nanti setelah dilantik sudah ada blueprint dari mana saya harus menjalankannya, sehingga tidak dalam konteks 100, 200, atau 300 hari," ujarnya.

Ganjar menambahkan, konsepsi tersebut tengah dibahas secara matang sehingga nantinya program-program akan bisa dijalankan dengan cepat dan terarah. Ia mengatakan akan segera bekerja setelah dilantik nanti demi mewujudkan program sesuai dengan visi dan misinya.

"Saya lebih pada wujud dari konsepsi besar itu untuk diturunkan ke sektoral, lalu subsektor," tandasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan perhitungan sementara KPU Daerah Jawa Tengah, pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko unggul dibandingkan dua pasangan lain. Ganjar-Heru mendapatkan 48,25 persen suara, pasangan Bibit-Sudijono 30,59 persen suara, dan pasangan Hadi-Don Murdono 21,16 persen suara. Jumlah suara yang masuk sebanyak 67,24 persen atau sekitar 40.000 dari total sekitar 60.000 TPS. Hasil ini dikirimkan dari masing-masing KPPS melalui pesan singkat pada nomor khusus.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorFarid Assifa
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional

    Close Ads X