Limbah Sawit untuk Listrik Belum Optimal

Kompas.com - 21/05/2013, 02:44 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Limbah sawit bisa menjadi bahan biomassa dan biogas untuk energi, tetapi saat ini belum optimal dimanfaatkan.

”Dari survei lahan sawit sekitar 10.000 hektar, bisa menghasilkan limbah untuk memproduksi listrik sekitar 30 megawatt jam,” kata Adrisman Tahar, konsultan Promotion of Least Cost Renewable in Indonesia dari lembaga kerja sama internasional Jerman (GIZ), Senin (20/5), dalam lokakarya ”Energy from Biomass and Biogas in The Agroindustry”, di Jakarta.

Adrisman mengatakan, GIZ mendorong pemanfaatan bahan bakar terbarukan. Jika sebelumnya dibahas teknik pemanfaatan limbah padi untuk bahan bakar terbarukan, kini dibahas pemanfaatan limbah sawit.

Dari produksi 45 juta ton tandan buah segar sawit diperoleh limbah berupa cangkang dengan potensi membangkitkan listrik 1,35 megawatt jam. Limbah fiber 2,7 megawatt jam, limbah tandan buah kosong 10,1 megawatt jam, dan limbah cair untuk biogas berpotensi 1,25 megawatt jam. Selain itu, limbah pelepah berpotensi 10 megawatt jam dan limbah kayu dalam masa hidup 30 tahun memiliki potensi 6,5 megawatt jam.

Limbah cangkang dan fiber selama ini dimanfaatkan untuk bahan bakar oleh perusahaan sawit bersangkutan. Namun, tandan buah kosong dan limbah lain jarang dimanfaatkan.

”Limbah tandan buah kosong dikembalikan ke kebun sawit sebagai kompos. Padahal, potensi untuk energi listrik paling besar,” kata Adrisman. Menurut dia, GIZ mengenalkan juga teknologi hidrotermal karbonasi untuk mengolah tandan buah kosong menjadi seperti batubara.

Narasumber lain, Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana, memaparkan kebijakan dan regulasi mengenai bioenergi di Indonesia. Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2012 mengatur kewajiban PLN membeli listrik Rp 975 per megawatt jam dari energi terbarukan. Masalah yang dihadapi, kata Adrisman, 80 persen industri sawit jauh dari jaringan PLN. Investasi untuk membangun jaringan PLN Rp 200 juta per kilometer. (NAW)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.