Banyuwangian, Musik Lokal Tak Lekang Zaman

Kompas.com - 16/05/2013, 16:35 WIB
EditorDesk Multimedia

Oleh: Herpin Dewanto dan Siwi Yunita C
Jujur sun akoni ati ingsun seng lilo/ jujur sun akoni welas iki yo mung kanggo riko…// (jujur ku akui hatiku tak rela/ jujur ku akui sayang ini hanya untuk dirimu…) //

Penggalan lagu cinta berjudul ”Sun Akoni” itu mengalun ceria. Penyanyi aslinya adalah Demi Ganden. Namun, pada Sabtu (2/3), Dewa Arya (25) menyanyikan lagu itu layaknya seorang artis betulan.

Pemuda itu berkaraoke di Sinar FM, stasiun radio komunitas di Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Siarannya bisa didengar hingga radius 5 kilometer. Pendengar radio pun heboh. Arimbi, sang disc jockey radio komunitas Sinar FM, kebanjiran pesan singkat (SMS) yang isinya meminta lagu itu dinyanyikan ulang.

”Ayo Mas, diputer maneh tembange... marai kelingan sing lawas yoo... (Ayo Mas, diputar lagi lagunya... bikin ingat yang lama, ya),” ujarnya.

Di perkampungan, lagu itu pun ditirukan Ardi (33), penjual rujak soto di Rogojampi, Banyuwangi. Suaranya yang mengalun membawakan lagu banyuwangian itu dalam nada yang mendayu-dayu. Di lapak-lapak penjual CD, lagu yang dinyanyikan Demi itu pun diputar berkali-kali tanpa henti.

Selain ”Sun Akoni”, lagu lain yang sedang melejit adalah ”Layang Sworo” yang dinyanyikan artis lokal Ratna Antika. Lagu ini juga dibuat dalam beberapa versi musik, mulai dari slow, tradisional, hingga koplo, tetapi tetap dengan bahasa Using (banyuwangian) dan Jawa.

Tidak hanya di radio komunitas, radio komersial-profesional pun ikut keranjingan lagu banyuwangian. Sebut, misalnya, radio Blambangan FM. Radio ini punya blocking time khusus untuk tembang banyuwangian, mulai dari musik banyuwangian terbaru hingga klasik seperti kendang kempul atau patrol.

Bagi warga Banyuwangi, lagu banyuwangian memang menarik karena lebih asyik dan lebih sering cocok mengena di hati seperti perkataan kisah sehari-hari. Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Jember Ayu Sutarto mengatakan, lagu banyuwangian merupakan cermin semangat identitas warga Banyuwangi.

”Sejak dulu masyarakat Banyuwangi merasa bukan Bali atau Jawa. Maka, identitas Using ini ditonjolkan dan akan terus bertahan,” kata Ayu.

Musik banyuwangian memang menjadi tuan rumah di tempat sendiri. Daerah ini tak pernah sepi dari karya seni musik. Andang CY, seniman sekaligus pencipta lagu, mengatakan, awalnya musik banyuwangian berasal dari alat tradisional seperti gamelan, angklung bambu, hingga patrol, atau musik klotekan dalam istilah Jawa. ”Dulu orang membawa alat musik bambu saat jaga keliling kampung. Mereka memainkan dengan harmoni, dan muncullah tradisi patrol sampai saat ini,” kata Andang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X