Tiga Polisi Jadi Tersangka Penembakan

Kompas.com - 15/05/2013, 03:45 WIB
Editor

PALEMBANG, KOMPAS - Tiga oknum kepolisian ditetapkan sebagai tersangka dalam penembakan di Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Selain diajukan dalam sidang disiplin dan etika profesi, mereka juga akan diproses secara pidana karena menyebabkan korban meninggal dan luka.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengatakan, 3 tersangka itu terdiri dari 2 bintara dan 1 perwira. Namun, tidak disebutkan nama-nama tersangka tersebut.

”Tiga peluru yang ditemukan pada dua korban tewas serta satu korban luka identik dengan peluru dari senjata mereka,” katanya seusai dengar pendapat soal penembakan Rupit bersama DPRD dan Komisi Kepolisian Nasional di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/5).

Menurut Saud, pemberkasan ketiga tersangka telah dalam proses. Diharapkan sidang dapat dilaksanakan pada Juni di Palembang. Selain itu, pemimpin tertinggi pengamanan unjuk rasa tersebut, yaitu Kepala Kepolisian Resor Musi Rawas Ajun Komisaris Besar Barly Ramdhany dan Kepala Kepolisian Sektor Rupit Ajun Komisaris M Ali Rachman, juga terancam diajukan dalam sidang etika profesi. Hal tersebut karena adanya dugaan pelanggaran prosedur standar operasional.

Saud menuturkan, sebanyak 21 anggota kepolisian telah mengaku menembak dalam pengamanan unjuk rasa terkait dengan pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara di Muara Rupit, 29 April. Penembakan dilakukan tanpa perintah pimpinan.

Saat ini, 67 senjata milik kepolisian yang dibawa saat kejadian disita untuk uji balistik. Uji balistik juga dilakukan pada enam proyektil revolver 38 yang telah ditemukan.

Terkait dengan hal itu, anggota Komisi Kepolisian Nasional, Edi Saputra Hasibuan, menegaskan adanya kesalahan prosedur dalam penanganan unjuk rasa tersebut. Ia mendesak kepolisian memberikan sanksi secara tegas kepada polisi yang melanggar.

Ia menilai, kejadian itu berakar dari masalah pemekaran wilayah dan sarat intrik di masyarakat di daerah itu sendiri.

Penembakan di Aceh

Hingga Selasa (14/5), aparat kepolisian masih mengejar dua pelaku penembakan terhadap Yusman (50), warga Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh, Senin lalu.

”Diduga penembakan tersebut bermotif perampokan terhadap korban yang merupakan pemilik toko grosir Aneka Ria di Batuphat,” tutur Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Gustav Leo. (HAN/IRE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.