Gara-gara Mie Instan dan Minyak Goreng, Anggota TNI Serang Pos Polisi

Kompas.com - 10/05/2013, 20:32 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Gara-gara salah paham, anggota pos polisi perbatasan Indonesia-Timor Leste di Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, diserang sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste Batalyon Infanteri (Yonif) Linud 503/Mayangkara di wilayah itu, Kamis (9/5/2013) sore.

Akibatnya, pos itu mengalami kerusakan di bagian kaca dan pintu. Satu anggota Brimob mengalami luka serius di tulang belakang akibat terkena lemparan batu.

Camat Bikomi Nilulat, Lodovikus Lake, kepada Kompas.com, Jumat (10/5/2013), mengatakan, peristiwa itu bermula saat sembako milik TNI seperti mie instan dan minyak goreng yang dibawa menggunakan angkutan pedesaan dihadang dan diperiksa di pos polisi.

"Saat polisi tahan mobil itu, polisi sempat membuka mie instan dan mengatakan kepada sang sopir untuk menyuruh tentara datang ke pos polisi. Pesan polisi lalu disampaikan sopir kepada tentara. Karena tersinggung dan marah, mereka (tentara) lalu datang dan melempari pos polisi pakai batu. Seorang anggota Brimob yang saat itu berada dalam pos dipukuli, sementara anggota polisi yang lainnya melarikan diri," kata Lodovikus.

Lanjut Lodovikus, insiden itu tidak berlangsung lama karena berhasil dikendalikan oleh pimpinan mereka. Kesalahpahaman ini sudah diselesaikan dan didamaikan malam itu juga.

"Tadi malam Pak Kapolres TTU dan Pak Wakil Komandan Satgas RI-Timor Leste dari Batalyon Infanteri (Yonif) Linud 503/Mayangkara sudah turun langsung dan sudah didamaikan," jelas Lodovikus.

Kapolres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha yang ditemui di ruang kerjanya mengaku, kejadian itu hanya salah paham saja. "Hanya mis-komunikasi saja dan sudah diselesaikan," kata Suparwitha singkat, tanpa menjelaskan kronologi kejadiannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dihubungi terpisah, Wakil Komandan Satgas RI-Timor Leste dari Batalyon Infanteri (Yonif) Linud 503/Mayangkara, Mayor Sriyono juga mengaku tidak ada penyerangan yang dilakukan oleh anggotanya.

"Ndak ada penyerangan apa-apa. Yang ada hanya salah paham saja, karena informasi dari sopir yang mengangkut barang-barang belanjaan kita seperti minyak goreng 20 liter dan mie dua dos, mengatakan bahwa barang kita ditahan polisi sehingga kita turun cek, namun ternyata barang kita sudah berada di pos sehingga kita pun kembali," jelas Sriyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.