Empat Terduga Teroris di Lampung Diduga Penyandang Dana

Kompas.com - 10/05/2013, 18:04 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Empat terduga teroris yang ditangkap dan seorang lainnya yang melarikan diri ke Lampung berperan sebagai penyandang dana untuk jaringan teroris di Pulau Jawa dan Poso.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung Komisaris Besar Nurochman seusai mengikuti penggerebekan tempat persembunyian terduga teroris di Tanjung Seneng, Bandar Lampung, Jumat (10/5/2013).

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama polisi dari Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung selama 24 jam terakhir melakukan penggerebakan di lima lokasi di Provinsi Lampung untuk menangkap terduga teroris. "Di Lampung ini yang ditangkap adalah pelaku-pelaku yang memberikan support dana atau fai kepada pelaku (jaringan teroris di Jawa dan Poso). Mereka adalah yang (diduga) merampok Bank BRI beberapa waktu lalu," ujar Nurochman.

Empat terduga teroris yang ditangkap ini adalah SH dan ADK, ditangkap di Teluk Betung, Bandar Lampung. Lalu, Y di Karanganyar, Lampung Selatan; kemudian F di Pringsewu.

Polisi masih mengejar Su yang diduga merupakan otak perampokan Bank BRI Pringsewu senilai Rp 466 juta pada 22 April 2013. Ia diketahui sempat lari saat penggerebekan.

Polisi kemudian menelusuri anggota jaringan ini di Tanjung Seneng dan menemukan alat-alat bukti yang digunakan untuk merampok, antara lain pelat nomor kendaraan dan senjata tajam. Itu ditemukan di kontrakan di Jalan Way Kandis, Tanjung Seneng.

Di rumah kontrakan lainnya, masih di daerah Tanjung Seneng, polisi juga menemukan buku-buku ajaran jihad.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X