Kompas.com - 08/05/2013, 21:01 WIB
|
EditorKistyarini

KENDARI, KOMPAS.com - Seorang pedagang barang bekas di Pasar Sentral RB, Jalan Ahmad Yani, Kendari, Sulawesi Tenggara, menemukan benda yang diduga granat di dalam karung berisi barang bekas dari luar negeri, Rabu (8/5/2013).

 "Benda seperti granat itu ada dalam kantong rompi warna hijau, kemudian teman saya mengambil sambil mainkan benda tersebut. Granat itu dililiti dengan menggunakan bahan perekat selotip ukuran besar," tutur Amiruddin, saat ditemui di Pasar Sentral RB, Rabu (8/5/2013) sore.

Hal itu diakui Nasrudin, yang sempat bermain-main dengan benda berwarna biru yang mirip buah kedondong itu. "Benda itu sempat saya bawa keluar kios dan saya lemparkan ke atas, sambil saya perlihatkan ke pedagang yang lain. Kemudian beberapa pedagang mengingatkan saya agar benda itu jangan dimainkan, karena jangan sampai meledak," tutur Nasrudin.

Penemuan benda itu sempat menarik perhatian pedagang lain dan pengunjung pasar barang bekas tersebut. Mereka penasaran ingin melihatnya.

Satu tim dari Satuan Gegana Brimob Polda Sultra pun didatangkan untuk mengamankan benda tersebut. "Kalau kita lihat sepintas bendanya memang mirip granat dan memiliki daya ledak hingga 300 meter . Kami juga belum bisa memastikan apakah benda yang dicurigai handak milik militer, kita harus bawa dulu ke mako untuk diperiksa," kata Ipda Safruddin dari Satuan Gegana Brimob Polda Sultra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.