Kompas.com - 06/05/2013, 18:04 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KENDARI, KOMPAS.com — Empat anggota polisi yang ditugaskan menjaga pelaku pembunuhan yang kabur di Rumah Sakit Jiwa Kendari menjalani pemeriksaaan di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Resor Kendari.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tenggara AKBP Abdul Karim Samandi mengatakan, empat anggota polisi yang diperiksa itu terdiri dari dua anggota satuan reserse dan kriminal dan dua personel dari Shabara.

"Kami harus mengaku ada kelalaian dari petugas yang mengawal tersangka di Rumah Sakit Jiwa Kendari karena tidak mengikuti perintah penjagaan. Saat itu anggota polisi tidak ada di RSJ sehingga mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Propam," kata Karim, Senin (6/5/2013).

Dijelaskan Karim, empat anggota polisi tersebut menjalani pemeriksaan profesi sejak kemarin. Namun, ia mengaku belum bisa menyebutkan sanksi yang dijatuhkan kepada para polisi itu. Dia mengaku harus mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan Propam terlebih dulu.

Di tempat terpisah, Kepala Polisi Resor Kota (Kapolresta) Kendari AKBP Yuyun Yudhantara menegaskan, saat ini telah dibentuk tim gabungan untuk mencari tersangka pembunuhan yang kabur dari RSJ tersebut.

"Jadi, 12 polsek dibantu anggota polres dan polda terus memburu pelaku pembunuhan dengan cara menutup semua pintu masuk dan keluar kota Kendari. Foto-foto pelaku juga telah kami sebar dan tempelkan sehingga warga yang mengetahui ciri-ciri tersangka bisa langsung melaporkan ke kantor polisi terdekat," ungkap Kepala Polresta Kendari.

Yuyun berkilah, polisi telah mengawal dan memborgol tersangka pembunuhan dalam ruangan isolasi rumah sakit jiwa. "Mungkin tersangka memanfaatkan situasi lengah para petugas kami dengan cara pura-pura ke kamar mandi lalu menjebol plafon dan melarikan diri," ujar Yuyun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, pelaku pembunuhan tiga anggota keluarga di Kendari yang kabur melalui plafon RSJ Kendari, Sabtu pukul 18.00 Wita, ternyata tidak mendapat penjagaan aparat kepolisian. Hal itu diakui petugas RSJ Kendari, Suwarno, yang dikonfirmasi di RSJ Kendari.

"Saya selesai piket Sabtu sekitar pukul 17.00 Wita, saat itu saya keluar dan Imsak dijaga oleh petugas Satpol PP. Namun, saya tidak melihat ada pihak kepolisian, sekitar selesai Shalat Maghrib, Imsak dicek, ternyata sudah lolos," tutur Suwarno.

Sebelumnya diberitakan, terjadi pembunuhan tiga anggota keluarga, yakni pasangan Labojo Basri (60), Haslia (59), dan cucunya, Faisal (7), pada Selasa (16/4/2013) pukul 14.30 Wita. Semula polisi menyebut Wahyudin yang merupakan anak Labojo-Haslia dan ayah kandung Faisal sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Namun, ternyata informasi yang dihimpun polisi keliru.

Pasalnya, kesaksian yang dikumpulkan berasal dari Husein, anak Basri, yang belakangan diketahui mengalami kelainan jiwa. Imsak, pelaku pembunuhan yang masih kerabat korban, ditangkap polisi di sekitar pelabuhan penyeberangan Wawonii saat hendak melarikan diri ke Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4/2013).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.