Dewan Dayak Desak UU Hukum Adat Disahkan

Kompas.com - 05/05/2013, 22:04 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

PALANGKARAYA, KOMPAS.com-  Dewan Adat Dayak (DAD) mendesak undang-undang tentang pengakuan, perlindungan, dan penghormatan hukum adat disahkan.

Ketiadaan UU yang mengatur hukum adat memicu banyaknya konflik lahan antara warga lokal dengan perusahaan .

Ketua DAD Kalimantan Tengah, Sabran Achmad di Palangkaraya, Kalteng, Minggu (5/5/2013), mengatakan, desakan pengesahan UU itu merupakan hasil dari seminar yang termasuk rangkaian acara Pekan Budaya Dayak di Jakarta pada 27-30 April 2013. Adapun seminar tersebut diadakan pada 28 April lalu .

Seminar dihadiri perwakilan semua DAD. Konflik yang terus meningkat akibat hukum adat tidak diakui, sepatutnya ditekan dengan memberlakukan UU tersebut.

Sudah lebih dari lima tahun konsep UU yang mengakui hukum adat dibahas DPR namun belum juga ditetapkan.

Sebagai contoh, banyaknya konflik lahan ditunjukkan dengan pengaduan yang masuk ke Pemerintah Provinsi Kalteng dengan jumlah saat ini sudah lebih dari 300 kasus.

Sengketa semacam itu sering dialami tak hanya masyarakat Dayak tetapi juga warga di berbagai provinsi.

Hukum adat masih dipandang sebelah mata. Jika terjadi konflik lahan dengan perusahaan misalnya, warga setempat akan ditanya UU tentang hukum adat.

Sementara, investor dari luar daerah yang datang tiba-tiba mengklaim berhak atas lahan dengan berpegang pada hukum positif namun tak dipahami warga. 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X