Kompas.com - 05/05/2013, 17:58 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

 

 

BALIKPAPAN, KOMPAS.com-  Telur penyu yang masih beredar di Samarinda, Kalimantan Timur, dan sekitarnya, diyakini berasal dari Baubau, Sulawesi Tenggara.

Telur penyu itu bukan berasal dari Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim, seperti banyak diduga masyarakat.

"Proteksi sudah dilakukan di Kepulauan Derawan. Jadi, kalau masih ada telur penyu di Samarinda, itu bukan dari Derawan. Banyak warga yang masih menduga telur penyu di Samarinda berasal dari Derawan," ujar Danang Anggoro, Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Kaltim, Minggu (5/5/2013).

Jumat (3/5) lalu, digagalkan penyelundupan 1.880 butir telur penyu hijau, di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kaltim.

Telur penyu hijau, satwa berstatus dilindungi ini, dikirim dari Baubau, Sulawesi Tenggara. Telur-telur ini akan dipasarkan di Kota Samarinda.

Sepanjang tahun 2013, penyelundupan telur penyu dari Baubau ke Kaltim via Balikpapan baru terjadi sekali ini.

Namun tahun 2012, tercatat sudah lima kali, dengan total sitaan 7.000-an telur. Dugaan Danang, telur penyu selundupan ini diambil dari daerah Wakatobi.

"Penertiban penjual telur penyu, untuk kesekian kalinya dilakukan Pemkot Samarinda, April lalu. April kemarin, setidaknya ada tiga penjual telur penyu ditertibkan di Samarinda," kata Danang.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X