Kompas.com - 03/05/2013, 21:18 WIB
|
EditorFarid Assifa

PALU, KOMPAS.com - Tragedi pembantaian muslim etnis Rohingya dan pembakaran masjid di Yamethin, Myanmar memicu puluhan umat Islam di Palu, Sulawesi Tengah turun ke jalan, Jumat (3/5/2013) sore.

Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Sulawesi Tengah mengecam tragedi kemanusiaan pembantaian dan pembakaran masjid serta rumah milik kaum muslim di Myanmar. Mereka melakukan orasi di pusat Kota Palu di Jalan Hasanuddin.

Dedi, salah satu pengunjuk rasa mengatakan, pembantaian terhadap manusia yang terjadi di Myanmar merupakan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) berat.

"Kami mengecam tindakan Pemerintah Myanmar yang membantai kaum muslim. Kami mendesak Pemerintah RI untuk turut serta membantu penyelesaian permasalahan tersebut dengan mendorong pemberian kemerdekaan bagi muslim Rohingya," kata Dedi dalam orasinya.

Para pengunjuk rasa mengancam, apabila solusi diplomatik tidak bisa menghentikan kekejaman rezim di seluruh Myanmar terhadap kaum muslim, maka FUIST menyerukan kepada kaum muslim untuk melakukan misi jihad fiina menghentikan kemungkaran dan kezaliman yang menimpa kaum muslim Rohingya dan Meikhtilah.

Seusai berorasi di pusat Kota Palu, para pengunjuk rasa berencana melanjutkan aksinya di Vihara di Jalan Sungai Lariang. Namun dicegah Kepolisian Resor Palu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.