Polisi Gorontalo Tangkap 2 Wartawan Terlibat Narkoba

Kompas.com - 03/05/2013, 16:18 WIB
|
EditorFarid Assifa

GORONTALO, KOMPAS.com - Dua wartawan media lokal di Gorontalo terjerat kasus narkoba. Polisi menangkap RL alias P (38) yang diduga sebagai pengedar, dan RWS alias A (26) diduga sebagai pemakai narkoba jenis sabu. Mereka bekerja di dua surat kabar yang berbeda.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Gorontalo AKBP Lisma Dunggio membenarkan penangkapan dua oknum wartawan tersebut saat dihubungi Jumat (03/05/2013).

Lisma menuturkan, polisi sebelumnya menangkap RWS dan MK alias U (22) saat keduanya sedang pesta sabu di sebuah hotel di jalan Kasuari, Kota Gorontalo, Kamis (02/05/2013) dini hari lalu. Dari tangan keduanya, polisi menemukan alat bukti berupa satu paket sabu seberat 0,5 gram.

Keduanya kemudian mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari RL. Lisma mengatakan, setelah kasus dikembangkan, polisi berhasil menemukan paket sabu lainnya, masing-masing empat paket di rumah RL dan satu paket di rumah MK.

"Total barang bukti yang disita polisi adalah enam paket sabu-sabu dengan berat keseluruhan 3 gram," ujar lisma.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui RWS dan MK telah menjadi pengguna sabu-sabu sejak tahun 2011, sedang RL tercatat menjadi pengguna sejak tahun 2009 silam. Kini ketiganya mendekam di ruang tahanan Polda Gorontalo untuk pemeriksaan lanjutan.

"Ketiganya memang tercatat sebagai target operasi kami sejak satu bulan lalu," ungkap Lisma.

Polisi juga telah mengambil sampel urine ketiga tersangka yang dinyatakan positif mengandung narkoba. Selain sebagai wartawan, tersangka RL juga merupakan calon anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Boalemo dan telah dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Lisma mengatakan, atas perbuatan mereka, para tersangka dapat dijerat Pasal 112 dan 114 tentang menyimpan, menyediakan, menjual atau membeli narkotika sebagaimana yang diatur dalam UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Regional
Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Regional
Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X