Buruh Semarang Juga Tuntut UMK di Atas Rp 2 Juta

Kompas.com - 01/05/2013, 16:48 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SEMARANG, KOMPAS.com — Aksi unjuk rasa buruh di Kota Semarang dalam rangka memperingati Hari Buruh, Rabu (1/5/2013), terjadi di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Pahlawan, tepatnya depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Aksi unjuk rasa antara lain dilakukan oleh ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI). Mereka menuntut Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp 2.274.000 pada 2014 mendatang.

Koordinator aksi, Muhron, mengatakan, upah buruh selama ini sangat murah dan menyengsarakan. Hal itu menjadi indikasi bahwa pemerintah lebih mementingkan pengusaha dibandingkan buruh. "Di Jawa Tengah ini sangat ironis, semua UMK di bawah Rp 2 juta. Sedangkan di Jawa Barat dan DKI Jakarta semua sudah di atas Rp 2 juta," tandasnya.

Selain itu, ia juga mengkritisi Permenaker Nomor 13 Tahun 2012 berisi 60 poin yang tetap mencantumkan pasal sewa kamar serta komponen sandang dan pangan.

Menurut Muhron, dalam kenyataan, hal itu tidak mampu menjawab kebutuhan layak buruh sehari-hari. Para buruh juga menuntut penghapusan sistem kerja alih daya yang selama ini masih diterapkan perusahaan.

Muhron menilai, kondisi itu bertentangan dengan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012 tentang pembatasan buruh alih daya. "Sistem seperti itu sangat menyengsarakan buruh dan rawan adanya pemutusan kerja tanpa pesangon," tandas Muhron, yang juga Ketua SPMI Semarang.

Selain isu tersebut, kaum buruh juga menentang adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Mereka menilai, kenaikan harga BBM akan semakin memperburuk nasib buruh yang selama ini mendapatkan gaji minim. "Kalau memang itu terjadi, bagaimana nasib kita. Mau makan apa para buruh?" ujar Muhron.

Tercatat, UMK di Kota Semarang saat ini  Rp 1.209.000. Nilai UMK itu, menurut sejumlah pihak, sudah diputuskan berdasarkan rapat dan survei kebutuhan hidup layak buruh di lapangan. "Kami akan terus melakukan konsolidasi agar UMK 2014 sesuai dan benar-benar menyejahterakan buruh," tandas Muhron.

Aksi unjuk rasa sendiri mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. Ratusan personel keamanan tampak melakukan penjagaan dilengkapi dengan satu unit mobil water cannon. Meski begitu, aksi dalam rangka hari buruh berjalan dengan lancar. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Regional
Viral Video Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Viral Video Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Regional
Dicuekin Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut...

Dicuekin Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut...

Regional
4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

Regional
Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Regional
Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Regional
Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Regional
Polisi Hancurkan 563 Knalpot 'Racing'

Polisi Hancurkan 563 Knalpot "Racing"

Regional
Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Regional
6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Jilbab, Kadisdik Padang: Aturan Itu Tidak Berlaku

Soal Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Jilbab, Kadisdik Padang: Aturan Itu Tidak Berlaku

Regional
2 Polisi Ikut Jadi Korban Gas Proyek Geothermal di Mandailing Natal

2 Polisi Ikut Jadi Korban Gas Proyek Geothermal di Mandailing Natal

Regional
Tidak Terima Mau Digugat Cerai, Motif Pria Ini Jebak Istri Pakai Sabu Biar Ditangkap Polisi

Tidak Terima Mau Digugat Cerai, Motif Pria Ini Jebak Istri Pakai Sabu Biar Ditangkap Polisi

Regional
Pulau Kundur Jadi Wajah Baru Industri di Kabupaten Karimun

Pulau Kundur Jadi Wajah Baru Industri di Kabupaten Karimun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X