Kompas.com - 19/04/2013, 19:17 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang atlet catur pemegang medali perak dalam PON XVIII Riau 2012 berinisial SS (50) diduga menjadi kurir narkotika jenis sabu. SS dan empat anggota sindikat lain, yakni AF (24), S (42), HK (43), dan seorang wanita NJ (20), pun ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Benny Jozua Mamoto mengatakan, BNN mendapat laporan bahwa ada peredaran sabu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Bali. Petugas BNN segera melakukan penyelidikan tentang pemasok barang haram tersebut.

"Setelah diintai dua bulan, kami menangkap AF dan SS di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 2 April 2013 lalu," ujar Benny dalam konferensi pers di lobi Gedung BNN, Jumat (19/4/2013) siang.

AF diketahui membawa 408,7 gram sabu dengan kualitas terbaik dari Surabaya ke Bali. Di Bali, kurir yang menjemputnya tak lain adalah sang atlet catur, SS, yang menurut rencana akan menyebarkan sabu itu ke sebagian tempat wisata di Bali dan Lombok. Keduanya mengaku sama-sama diperintahkan oleh pria berinisial S melalui sambungan telepon.

Pada hari yang sama, BNN langsung melakukan pengembangan dan menangkap S di rumah di Denpasar, Bali. Dari keterangan S, petugas baru mendapatkan gembong besar sindikat narkotika tersebut, yakni seorang pria asal Mataram, Nusa Tenggara Timur, yang berinisial HK. Tak butuh waktu lama, petugas pun turut menangkap HK dan istri mudanya, NJ, yang mengatur tata uang sindikat.

"Kami belum temukan fakta bahwa apakah HK merekrut kurir atlet catur itu karena HK itu sangat suka bermain catur atau tidak. Karena, HK itu sangat hobi sekali main catur," kata Benny.

Benny mengatakan, BNN telah mengincar tiga gembong yang disebut-sebut mengatur peredaran sabu asal Nigeria yang dimasukkan ke Indonesia tersebut. Ketiganya telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang atau DPO dan BNN terus melakukan penyelidikan terkait bisnis haram HK di tempat wisata Bali dan NTB.

Kini kelima tersangka berikut barang bukti telah ditahan di Gedung BNN. Sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, kelima tersangka terancam Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X