Kompas.com - 19/04/2013, 11:33 WIB
|
EditorRusdi Amral

PONTIANAK, KOMPAS.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat menolak rencana penempatan transmigran ke wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kabupaten Sanggau. Penempatan transmigran rawan memicu konflik.     

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat Haris Harahap, Jumat (19/4/2013) menjelaskan, sudah ada penolakan dari kelompok masyarakat walaupun penempatan transmigran itu masih sebatas rencana. "Jika dipaksakan untuk tetap dilaksanakan, sangat berbahaya karena bisa memicu konflik yang lebih luas. Untuk itu, kami sementara ini menolak rencana penempatan di Sanggau supaya kondusifitas keamanan terjaga," kata Haris.     

Ini adalah program yang direncanakan dan merupakan hasil kerjasama Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja dengan Kementerian Dalam Negeri. Rencananya, transmigrasi akan diikuti oleh pensiunan TNI, warga lokal Kalimantan Barat, dan warga umum dari luar Kalimantan Barat.     

Selain Sanggau, empat kabupaten lainnya di wilayah perbatasan, yakni Sambas, Bengkayang, Sintang, dan Kapuas Hulu juga akan mendapatkan program yang sama. Proyek percontohan rencananya akan dilakukan di Sanggau.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X