Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/04/2013, 20:31 WIB
|
EditorLaksono Hari W

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Polda Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi menyerahkan hasil penyelidikan mereka atas kasus penyerangan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, kepada TNI. Hasil penyelidikan diserahkan langsung kepada Komandan Denpom Detasemen Polisi Militer (Denpom) Yogyakarta Mayor CPM Jefriding.

Serah terima hasil penyelidikan Polda DIY dilakukan secara tertutup di ruangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Kris Erlangga. "Yang diserahkan antara lain berupa BAP saksi, hasil forensik, dan barang bukti," kata Kris, Jumat (12/4/2013).

Kris mengatakan, penyerahan hasil penyelidikan oleh Polda DIY tersebut dilakukan agar dapat membantu mengungkap kasus tersebut dalam sidang militer. Dalam penyerahan itu, polisi juga menyerahkan barang bukti berupa peluru, selongsong peluru, dan proyektil yang dilengkapi hasil lab forensik.

"Dengan diserahkanya hasil penyelidikan Polda DIY ke TNI, secara resmi, penyelidikan oleh polisi dihentikan dan akan dilanjutkan oleh Denpom TNI," kata Kris. Meski demikian, Polda DIY akan tetap berkoordinasi dengan TNI dan siap membantu proses penyidikan yang dilakukan oleh Denpom.

Terkait kasus pembunuhan Serka Heru Santosa di Hugo's Cafe, Kris mengatakan, kasus akan ditutup demi hukum karena keempat tersangka yang terlibat sudah meninggal. Namun, Polda DIY masih akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

TNI AD menyatakan para penyerang tahanan di Lapas Cebongan adalah oknum Grup II Komando Pasukan Khusus Kartasura, Jawa Tengah. Penyerbuan itu diduga melibatkan 11 anggota Kopassus dengan seorang eksekutor. Mereka membawa 6 pucuk senjata api yang dibawa dari markas pelatihan di Gunung Lawu.

Penyerangan itu disebut berlatar belakang jiwa korsa yang kuat terkait pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013. Empat tersangka pembunuhan Santoso yang kemudian ditembak mati ialah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.