Kompas.com - 11/04/2013, 18:03 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

TERNATE, KOMPAS.com - Petani di Desa Tiley, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara mengalami masa-masa sulit. Betapa tidak, meski dalam kondisi musim hujan, namun sawah mereka mengalami kekeringan. Ini karena sistem irigasi sawah yang kurang baik.

Yahya Malan (69) salah satu korbannya.  Hampir satu hektar lahan sawah Yahya mengalami kekeringan. Akibatnya, bibit tanaman padi yang sudah ditanam banyak yang mati. "Ya begitulah nasib petani di sini pak, biar hujan tapi sawah-sawah kering. Coba lihat saja itu, tanahnya sampai pecah karena tidak ada air," ungkap Yahya saat disambangi di sawahnya, Kamis (11/4/2013).

Kondisi ini sangatlah kontras dengan kondisi alam di daerah tersebut. Pasalnya, hampir dua pekan ini di Morotai terlebih lagi di kawasan persawahan itu mengalami musim hujan. Sayang hujan turun pada sore hari sehingga upaya petani menampung air menjadi sangat sulit.  Belum lagi setiap pagi hingga siang hari, terik mentari begitu menyengat. Membuat asupan air di persawahan tidak mencukupi.

Sebetulnya, di kawasan persawahan Desa Tiley telah dibangun sebuah bendungan sejak tahun 1980an. Namun kondisinya hingga kini sangat memprihatinkan karena tidak lagi terurus sejak dibangun. Lebih lagi, sistem irigasinya tidak optimal.

"Saluran airnya cuma satu saja, jadi kalau petani yang dekat dengan saluran keluar sudah ambil airnya kita yang dibelang sudah tidak dapat air lagi. Dulunya kita hanya harap air hujan, tapi sekarang kalau cuma air hujan saja itu tidak mampu karena hujan hanya sedikit meski tiap hari," jelas Yasri Pelu (42) petani lainnya.

Para petani lantas berharap Pemerintah Daerah secepatnya dapat membangun irigasi di desa tersebut. Mengingat sawah yang ada di kawasan tersebut luasnya mencapai ratusan hektar. Para petani yang ditemui di lokasi persawahan mengaku luas areal sawah di Desa Tiley termasuk desa tetangganya Desa Usbar, mencapai 400-an hektar.

Hanya saja, saat ini yang bisa digarap cuma seluas kurang lebih 100 hektar. "Kalau pemerintah daerah di sini serius untuk bantu para petani di sini, saya yakin orang di Morotai ini saja tidak mampu beli beras yang dihasilkan petani di sini. Bayangkan saja ada 400 hektar lebih sawah tapi tidak digarap," kata Yasri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.