Bintan Siapkan Ribuan Hektar untuk Singkong

Kompas.com - 10/04/2013, 20:49 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, memiliki ribuan hektar lahan pasca tambang yang dapat digunakan sebagai lahan pertanian, khususnya budidaya singkong untuk mendukung program swasembada pangan pada tahun 2014. Namun, potensi yang begitu besar ini belum digarap sebagai modal untuk menyiapkan kekuatan ekonomi daerah di masa depan.    

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Infrastruktur dan Sumberdaya Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indra Hidayat seusai meninjau lokasi pilot project budidaya singkong dengan aplikasi coco peat yang dikembangkan Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) di Toapaya, Bintan, Rabu (10/4/2013).  

"Budidaya singkong dengan aplikasi coco peat yang dikembangkan AISKI di Bintan, patut kita apresiasi. Teknologinya sederhana, tapi bisa mendatangkan hasil yang maksimal. Jika ada investor yang minat, ribuan hektar lahan pasca tambang di Bintan, bisa kita alokasikan untuk budidaya singkong, " ujarnya.  

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI, Ady Indra Pawennari dalam siaran persnya menyatakan tekadnya menjadikan Bintan sebagai sentra penghasil singkong yang diperhitungkan di dalam dan luar negeri.  

"Selama ini, Bintan hanya dikenal sebagai penghasil tambang bauksit, pasir dan granit. Namun, dengan aplikasi coco peat, Bintan akan dikenal sebagai penghasil pangan, khususnya singkong," jelasnya.  

Ady menceritakan pengalaman koleganya, Tiara yang melakukan usaha budidaya singkong di Samarinda, Kalimantan Timur. Berbekal informasi tentang manfaat serbuk sabut kelapa atau coco peat yang dapat meningkatkan produktivitas lahan yang didapatnya dari internet, ia sukses memanen singkong siap jual sebanyak 800 ton di lahan seluas 1 hektar.  

"Ini luar biasa. Selama ini, petani kita hanya mampu menghasilkan singkong 5 kilogram per batang atau 50 ton per hektar. Tapi, dengan menggunakan aplikasi coco peat, hasilnya di luar dugaan. Meningkat hingga 500 - 800 ton per hektar," paparnya.  

Namun, Ady mengakui, bibit singkong yang dibudidayakan Tiara di Samarinda bukanlah bibit singkong biasa, tapi bibit hasil inkubasi DNA(deoxyribosenucleid acid) singkong dari Taiwan dan singkong asli Kalimantan Timur.

"Hanya masa panen, daun dan warna singkong yang beda. Kualitas dan rasanya sama dengan singkong lokal, empuk dan gurih saat digoreng," katanya.  

Data riset AISKI menunjukkan, untuk dapat berproduksi optimal, tanaman singkong membutuhkan curah hujan 150 - 200 mm pada umur 1 - 3 bulan, 250 - 300 mm pada umur 4 - 7 bulan, dan 100 - 150 mm pada fase menjelang dan saat panen. Namun, dengan kemampuan coco peat yang dapat menyerap dan menyimpan air 300 persen lebih dari kemampuan lahan, menjadikan tanaman singkong dapat tumbuh survive di musim kemarau.  

Coco peat memiliki kandungan trichoderma molds, sejenis enzim dari jamur yang dapat mengurangi penyakit dalam tanah, menjaga tanah tetap gembur, subur dan memudahkan umbi pada tanaman singkong tumbuh dengan cepat, besar dan panjang.

Selain itu, ia juga memiliki pori-pori yang memudahkan terjadinya pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Di dalam coco peat juga terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman, berupa kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), nitrogen (N), fospor (P), dan kalium (K). 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Regional
Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

Regional
Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Regional
Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Regional
Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Regional
Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Regional
Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Regional
Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Regional
Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Regional
Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Regional
Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X