Kompas.com - 10/04/2013, 08:06 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

PONTIANAK, KOMPAS.com- Kerugian akibat tenggelamnya kapal tanker Putra Segara VI pada hari Minggu lalu di Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, diperkirakan mencapai Rp 6,5 miliar. Nilai itu dihitung berdasarkan volume solar 650.000 liter yang dimuat.

Solar itu sedang diangkut dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Ketapang untuk pembangkit listrik tenaga diesel milik PT PLN.

Manajer Teknik PT PLN Wilayah Kalimantan Barat Andreas Heru Sumaryanto, Rabu (10/4/2013), menuturkan, solar itu memang sudah dibeli oleh PT PLN, tetapi kerugian masih ditanggung oleh transporter. "Ada klausul dalam kontrak pengiriman yang mengaturnya. Sebelum sampai ke penampungan milik PT PLN di Ketapang, barang masih menjadi tanggung jawab penuh transporter," kata Heru.

Solar nonsubsidi itu dibeli PT PLN Wilayah Kalbar dari penyalur bahan bakar minyak PT AKR sekitar Rp 10.000 per liter, sehingga nilai total pembelian Rp 6,5 miliar.

Stok solar untuk beberapa unit PLTD di Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara tinggal untuk empat hari ke depan. Heru menambahkan, PT AKR menyatakan masih memiliki stok solar yang bisa dibeli sebagai pengganti sehingga mungkin tidak perlu pemadaman bergilir di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X