Kompas.com - 09/04/2013, 22:48 WIB
|
EditorFarid Assifa

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kepolisian Resor Pematangiantar menggelar razia preman di pusat perbelanjaan Pasar Horas, Pematangsiantar Sumatera Utara, Selasa (9/4/2013).

Sebelas pria tanpa identitas terjaring dalam razia yang hanya menerjunkan 11 personel itu. Razia yang dipimpin Kepala Satuan Sabhara, AKP M Barus sebelumnya menggelar apel di halaman upacara Mapolres Pematangsiantar. Penegasannya, target razia adalah orang-orang yang mencurigakan alias preman tanpa identitas yang kerap mangkal di Pasar Horas.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran di gedung II lantai III Pasar Horas terhadap beberapa pria yang sontak kabur ketika melihat kedatangan petugas berpakaian preman. Setidaknya dua dari puluhan orang yang sempat kabur, berhasil diamankan. Dalam razia itu, polisi juga mengamankan empat orang pelajar yang sedang asyik mabuk minuman tuak tak jauh dari Pos Polisi Pasar Horas.

Selain itu, beberapa pelajar yang sudah tidak mengenakan seragam sekolah tertangkap tangan sedang bermain kartu jenis domino. Namun petugas tidak menemukan uang sebagai alat taruhan. Para pria ini sama sekali tidak bisa memperlihatkan kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga selanjutnya diboyong ke Mapolres Pematangsiantar.

“Razia ini sebagai bentuk rutinitas sekaligus menindaklanjuti instruksi bapak Kapolri,” kata AKP M Barus.

Manfaatnya kata Barus, tak lain untuk menekan angka kejahatan seperti perkelahian, copet, pencurian hingga kemaksiatan yang kerap menimpa para pelajar. Karena itu pula, pihaknya tetap rutin menggelar razia tersebut dengan sasaran para pelaku copet yang sudah meresahkan masyarakat yang berbelanja maupun yang melintas di Pasar Horas.

Setelah didata, para pria yang terjaring itu beberapa di antaranya adalah warga Kabupaten Simalungun, termasuk para pelajar kedapatan mabuk tuak.
“Kami biasa seperti ini, Bang, dan kebetulan tadi ada kawan yang punya duit, diajaknya kami minum. Kami kos di Siantar," kata Binton Siallagan (18), seorang pelajar SMA di Pematangsiantar.

Adapun orang-orang yang terjaring razia antara lain Johanto (17) warga Jalan Asahan Km 5 Pematangsiantar; Binton Siallagan (18) pelajar warga Bah Sampuran, Kabupaten Simalungun; Febrianto Naibaho (18) pelajar warga Jalan Patuan Anggi, Pematangsiantar; Rikardo Sinaga (18) warga Marihat, Pematangsiantar dan; Riko Manik (17) pelajar warga Jalan Ahmad Yani, Pematangsiantar.

Selain itu, Dani Silaen (17) warga Jalan Cokroaminoto Pematangsiantar; Nando (16) warga Serbelawan Kabupaten Simalungun; Andi Pohan (18) warga Jalan Rebung Pematangsiantar; Luis Gultom (18) pelajar warga Jalan Medan Pematangsiantar; Martahi (19) warga Jalan Parapat Pematangsiantar, dan; Alun Butar-butar (19) warga Tomuan Pematangsiantar.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.