Kompas.com - 08/04/2013, 21:09 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com —  Dari hasil telaah Tim Penyidik Kepolisian Resor Magelang Kota, tiga laporan Wakil Wali Kota Magelang Joko Prasetyo tidak memenuhi unsur pidana. Ketiga laporan itu, antara lain pencemaran nama baik, pencurian dalam rumah tangga, dan penelantaran anak yang diduga dilakukan oleh istrinya, Siti Rubaidah (Ida).

Untuk memastikannya, Kapolres Magelang Kota AKP Joko Pitoyo menyatakan, pihaknya telah mendatangkan dua pakar hukum pidana sebagai saksi ahli, yakni dari Universitas Dipenegoro (Undip) Semarang dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk mengkaji kasus tersebut. Hasil kajian itu bakal dipakai pihak penyidik untuk menetapkan kasus tersebut apakah dilanjutkan atau dihentikan.

"Kami masih menunggu hasil kajian saksi ahli, kalau hasil kajian dinyatakan memenuhi unsur, penyelidikan akan dilanjutkan dan meningkatkan status dua terperiksa, yakni istri Wawali Magelang, Siti Rubaidah (Ida), dan juga Rahayu Kandiwati sebagai tersangka," kata AKP Joko Pitoyo, Senin (8/4/2013).

Sebaliknya, jika kajian dari saksi ahli menyatakan tidak memenuhi unsur, penyelidikan bakal diberhentikan. Status keduanya hingga saat ini masih terperiksa.

"Belum ada penetapan sebagai tersangka karena bukti-bukti belum kuat. Namun, kami tetap akan memproses secara profesional dan proporsional," kata Joko.

Terkait adanya sejumlah pihak tertentu yang menginginkan perkara itu ditangguhkan, Joko mengatakan, hal itu tetap tidak memengaruhi proses hukum yang telah berjalan.

"Memang ada surat dari beberapa LSM supaya kasus-kasus ini tidak usah diproses. Namun, tentu itu bukan dijadikan dasar kami untuk bersikap karena landasnyannya tetap dari hasil pemeriksaan," ujarnya.

Joko Pitoyo juga menampik bila dalam penyelidikan kasus tersebut ada beberapa pihak yang sengaja melakukan intervensi. Menurut dia, selama pihaknya tetap mengacu pada hukum yang ada, intervensi apa pun tidak akan memengaruhi.

Kasus ini bermula ketika Joko Prasetyo melaporkan balik istrinya dengan dugaan pencurian dalam rumah tangga yang diduga melanggar Pasal 362 jo 367 Ayat 2 KUHP. Serta melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan melanggar Pasal 27 UU ITE, 310/311 jo pasal 55-56 KUHP Pasal 310 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.