Terduga Teroris Tasik Pernah Ikut Pengajian Baasyir - Kompas.com

Terduga Teroris Tasik Pernah Ikut Pengajian Baasyir

Kompas.com - 03/04/2013, 13:03 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Terduga teroris asal Tasikmalaya, Fajar Sidiq (29), yang diketahui telah ditangkap Densus Antiteror 88, pernah mengikuti pengajian Abu Bakar Ba'asyir di Jakarta beberapa tahun silam.

Fajar saat itu tengah merantau ke Jakarta mulai tahun 2007, saat membantu salah seorang pengusaha baju muslim asal Kota Tasikmalaya.

"Ya, anak saya pernah merantau di Jakarta hampir selama dua tahun. Waktu itu saya tahu kalau anak saya pernah mengikuti pengajian Abu Bakar Ba'asyir. Tapi sepulang dari Jakarta, anak saya tidak berubah dari perilaku sedikit pun. Malah jadi lebih baik dan lebih peduli sama keluarga dan para tetangga," kata Khoerudin (56), ayah kandung Fajar Sidiq, saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Rabu (3/4/2013).

Saat anaknya merantau di kawasan Tanah Abang, Jakarta, lanjut Khoerudin, ia menyuruh anaknya untuk mengikuti kegiatan pengajian. Khoerudin beralasan, supaya Fajar mendapatkan perlindungan dari perilaku yang tidak baik selama di Ibu Kota.

"Maklum, soalnya saat itu kan pergaulan di Jakarta semakin memprihatinkan. Terus di Tanah Abang kan banyak preman. Jadi saya pernah menganjurkan anak saya untuk ikut kegiatan pengajian," kata Khoerudin.

Menurut Khoerudin, anaknya baru pulang kembali ke Tasikmalaya pada tahun 2009. Ia kaget saat anaknya diduga menjadi anggota jaringan teroris dan tersangka perampokan toko emas di Tambora, Jakarta, pada awal Maret 2013 lalu.

Pasalnya, ia mengetahui bahwa anaknya berada di rumah dan menonton televisi menyaksikan pemberitaan perampokan toko emas Tambora. "Saya aneh kok anak saya dikatakan sebagai tersangka perampokan. Soalnya, saat kejadian perampokan toko emas di Tambora, anak saya sedang melihat beritanya di rumah. Iya, saat kejadian ada di sini, di rumah," kata Khoerudin.

Diberitakan sebelumnya, Fajar Sidiq, seorang pengusaha kerudung asal Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, ditangkap anggota Densus 88 di kawasan perkotaan Tasikmalaya, Rabu pekan lalu.

Fajar sempat dikira keluarganya telah diculik oleh seseorang karena tidak pulang selama empat hari. Baru pada Senin kemarin, keluarga mendapatkan surat pemberitahuan dari Densus Antiteror 88 Mabes Polri, bahwa Fajar Sidiq telah ditangkap oleh Densus karena diduga sebagai anggota jaringan terorisme. 


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

Nasional
Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

Megapolitan
Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Regional
Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Nasional
Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Nasional
Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Internasional
Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Internasional
Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

BrandzView
KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

Nasional
Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Nasional
Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Regional
Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Megapolitan
Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

Nasional
Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Internasional
Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Nasional

Close Ads X