Kompas.com - 22/03/2013, 11:18 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com - Bandara internasional Queen Alia di Amman, Yordania, Kamis (21/3/2013) waktu setempat, resmi dibuka. Bandar udara tersebut merupakan hasil desain dari Foster + Partners yang menampilkan solusi unik untuk membuat bandara ini memiliki kemungkinan ekspansi di masa depan sebesar 6 persen ekspansi per tahun.

Selama 25 tahun ke depan, kapasitas bandara ini dapat berkembang dari 3,5 juta penumpang hingga 12 juta penumpang pesawat per tahun di 2030 mendatang. Sebagai reaksi dari iklim Amman, yaitu perbedaan suhu sangat mencolok antara siang dan malam, bangunan ini dibangun dengan menggunakan beton. Material tersebut dinilai mampu memberikan kontrol lingkungan secara pasif.

Kanopi atap bandara ini terdiri dari serangkaian kubah beton tipis yang memberikan naungan bagi fasad. Tiang-tiangnya menyebar dalam interior terminal baru bandara ini. Kubahnya seolah menyebar dari tiang-tiang yang menyangganya tersebut, seolah meniru dedaunan dari pohon palem gurun.

Pola geometri yang berasal dari gaya tradisional Islam digunakan dalam konstruksi tersebut. Geometri yang kompleks dari cangkang atap tersebut, serta strategi pembuatannya dikembangkan bersama antara Foster + Partners dengan spesialis geometri in-house.

Dua dermaga gerbang keberangkatan berada di kedua sisi bangunan utama, yang berisi area proses utama dan toko-toko, tempat bersantai, serta restoran. Di antara volume ini, terdapat halaman terbuka.

Fitur arsitektur vernakular di wilayah tersebut merupakan kontribusi bagi keadaan lingkungan terminal. Tanaman dan pohon membantu menyaring polusi dan mengkondisikan udara sebelum "ditarik" ke sistem pendingin udara.

Seluruh bagian terminal ini memiliki jendela kaca di berbagai sisi untuk menampilkan pesawat dan membantu memberikan orientasi lokasi bagi penumpang. Kisi-kisi horizontal pada kaca-kaca tersebut menaungi fasad dari sinar matahari langsung, mengurangi silau. Kisi-kisi jendela tersebut terkonsentrasi di daerah yang lebih terbuka dekat dengan tiang.

Bagian bandara ini juga menggunakan berbagai material alami setempat. Struktur beton menggabungkan kerikil lokal untuk mengurangi kebutuhan perawatan dan energi yang terkandung dari materi, serta harmonisasi dengan nuansa alami pasir lokal.

Simbol dinamis

Desain bandara ini merupakan gema dari arsitektur lokal. Bukan hanya menyangkut konstruksi bangunan, namun juga penataannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.