Warga Malaysia Ditangkap "Nyabu" di Makassar - Kompas.com

Warga Malaysia Ditangkap "Nyabu" di Makassar

Kompas.com - 22/03/2013, 01:41 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Aparat Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menangkap sepasang pria dan wanita yang sedang pesta sabu di Hotel SAS, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (21/3/2013). Keduanya yaitu NG Bak Khoon (46) warga Malaysia dan Suryani Anggraeni Rahayu (30), warga Jalan Yen Mamoribo, Desa Rufai, Kecamatan Sorong Barat, Papua.

Dari penggerebekan itu, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 1,5 gram, korek api, pipit plastik, alat isap alias bong, paspor mati, KTP, dan tiga buah HP berbagai merek.

"Tersangka ditangkap setelah dilakukan penyelidikan dan sudah diikuti dari bandara," kata Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ucuk Supriadi.

Ucuk mengatakan, saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku mendapat barang haram tersebut dari seseorang berinisial EN, dan saat digerebek keduanya baru saja menghilangkan jejak berupa alat hisap yang disembunyikan di tempat sampah. Adapun satu paket serbuk haram tersebut disembunyikan di saku celana Suryani.

"Mereka tak dapat mengelak. Apalagi barang bukti berupa narkoba ditemukan di tangan perempuan itu. Bak Khoon baru sehari di Makassar dan dalam satu malam tersangka sudah beberapa kali pindah hotel," kata Ucuk.

Menurutnya, tersangka sudah diintai saat keluar dari Bandara Hasanuddin, Makassar. Tersangka awalnya menginap di Hotel Celebes, kemudian pindah ke beberapa hotel di Makassar, dan terakhir ditangkap di Hotel SAS.

"Di situ pula kita mendapati keduanya bertemu dengan salah satu bandar narkoba di Makassar," ungkap Ucuk.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X