Kompas.com - 18/03/2013, 19:20 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 15 sepeda motor pabrikan dalam kurun waktu tiga tahun sudah disulap Asep Suhendra alias Ajo (43), menjadi kendaraan yang bisa digunakan sendiri oleh para penyandang disabilitas (cacat fisik).

Dari motor roda dua, Ajo yang juga memiliki keterbatasan fisik sebagai penyandang polio memodifikasi sepeda motor pabrikan roda dua menjadi sepeda motor roda tiga, agar penyandang disabilitas dan cacat fisik sepertinya juga bisa bergaya di jalan raya dengan motor kesayangan mereka.

Menurut Ajo, bengkel kecilnya ini laris manis dan dikenal oleh penyandang disabilitas setelah dirinya ikut mendirikan klub motor yang diberi nama "Motor Disabel" di Kota Kuningan tahun 2010 lalu. Kebanyakan pesertanya adalah atlet disabilitas.

Ketika itu, motor Yamaha Jupiter Z biru miliknya yang telah dirombak menjadi roda tiga agar mudah dikendarai, banyak diminati oleh para penyandang disabel dan pengguna motor roda tiga lainnya.

"Ide awalnya itu dari para disabilitas pengguna sepeda motor roda tiga yang sedang touring ke Kuningan karena modifikasi saya rapi dan enak dipakai. Akhirnya ada yang punya yamaha mio minta dibuatkan sama saya. Setelah jadi iseng-iseng dimasukin ke internet. Akhirnya dari sana mulai banyak pesanan, tapi untuk sekarang kebanyakan masih di Jawa Barat dan Bandung," ujar Ajo saat ditemui di bengkel HSD Motor Jalan AH Nasution, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung Kota Bandung, Senin (18/3/2013).

Untuk memodifikasi sepeda motor roda dua pabrikan menjadi sepeda motor roda tiga, pria kelahiran Majalaya ini hanya merubah atau menambah dengan cara mengelas di sekitar lengan ayun (arm) saja. Begitu juga dengan gear belakangnya yang dipindahkan ke tengah, di antara kedua ban yang terletak di kiri dan kanan sehingga motor tersebut dapat berdiri tanpa harus distandarkan.

Sementara untuk perseneling bawaan sepeda motor yang jelas tak mungkin dijangkau oleh para penyandang disabilitas dengan kelemahan di bagian kaki, Ajo merubah pijakannya dengan sistem tuas atau tungkai agar menjadi mudah dioperasikan dengan menggunakan sebelah tangan.

Selain itu, Ajo mengaku sepeda motor roda tiga buatannya ini ternyata tidak dipukul rata model dan jenisnya. Sebelum memodifikasi, Ajo terlebih dahulu harus mengetahui jenis kebutuhan yang diperlukan oleh pemesan agar tidak salah memodifikasi dan pas pemanfaatannya.

"Misalnya, orang dengan penyakit polio jelas berbeda kebutuhan modifikasinya dengan orang yang Paraplegia (cacat karena tak memiliki tulang belakang)," tuturnya.

Untuk merombak sepeda motor roda hingga bisa melaju mulus di jalan raya, Ajo mengaku mematok harga yang diakuinya bersahabat untuk kantong penyandang disabilitas. "Kalau untuk range harga sebenarnya tergantung. Kebutuhan juga. Tapi biasanya dimulai dengan harga lima setengah juta rupiah," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.