Kompas.com - 15/03/2013, 23:58 WIB
EditorBenny N Joewono

NUNUKAN, KOMPAS.com - Terdapat sebanyak 23 orang penderita gizi buruk di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur sejak tahun 2012. Kepala Seksi Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Selamat SKM, Jumat menjelaskan, kebanyakan dari penderita gizi buruk di wilayah ini disebabkan oleh gangguan pencernaan.

Ia menambahkan, penderita gizi buruk tersebut dialami anak-anak (bayi) pada usia di atas enam bulan yakni setelah batas pemberian air susu ibu (ASI) esklusif.

Jadi, jelas Selamat, penderita gizi buruk di wilayahnya disebabkan faktor konsumsi makanan yang kurang dan infeksi dari penyakit penyertanya misalnya pneumonia dan malaria.

"Penderita gizi buruk karena tidak makan sebenarnya sangat kurang tapi yang paling banyak adalah karena adanya pengaruh infeksi dari penyakit lain," kata Selamat, di Nunukan, Jumat (15/3/2013).

Kalaupun ada penderita gizi buruk karena kurangnya asupan dari orangtuanya berawal dari kesibukan kedua orangtuanya mencari nafkah sehingga bayinya tidak mendapatkan makanan penyeimbang.

Sesuai penjelasan Selamat, Kecamatan Nunukan paling banyak penderita gizi buruk yakni sembilan orang, Kecamatan Sembakung enam orang dan Lumbis lima orang ditambah dari Seimanggaris.

"Dibandingkan dengan wilayah lainnya di Kabupaten Nunukan ini, Kecamatan Nunukan yang paling banyak penderita gizi buruk dan setiap tahun selalu ada penderita baru," ungkapnya.

Langkah antisipasi dan meminimalisir bertambahnya penderita gizi buruk, dia mengaku telah melakukan tindakan hingga ke desa-desa melalui puskesmas dan posyandu dengan melakukan penyuluhan dan tindak advokasi lintas sektoral.

Ia mengaku dengan upaya yang telah dilakukannya itu telah memberikan dampak positif kepada penderita dengan naiknya berat badan serta tercapai asupan makanan sesuai dengan kebutuhannya.

Walaupun kata dia, belum semua penderita mengalami kemajuan tersebut tetapi setidak-tidaknya sebagian besar dapat ditangani dengan cepat melalui tenaga medis yang dimiliki Dinkes Nunukan.

Selain itu, tambah dia, ditemukan pula penderita gizi buruk merupakan bawaan dari kandungan ibunya akibat kondisi kesehatan ibunya pada masa kehamilan yang tidak normal. "Jadi kita pernah juga temukan ada penderita gizi buruk dibawa sejak dari kandungan ibunya," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.