Kompas.com - 15/03/2013, 18:38 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

MATARAM, KOMPAS.com — Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat (Polhut NTB) belum bisa bekerja secara maksimal guna menindaklanjuti kasus illegal logging atau pembalakan liar secara hukum karena terganjal oleh petugas penyidik yang jumlahnya terbatas.

Akibatnya, para polhut kini umumnya melakukan patroli dan penyuluhan kepada masyarakat, meski banyak laporan mengenai kasus pembalakan liar.

Kepala Seksi Pengamanan Dinas Kehutanan NTB Samsudin, Jumat (15/3/2013) di Mataram, megatakan, semula ada tiga petugas penyidik di dinas itu. Namun dua lainnya dimutasi, sementara sisanya tinggal seorang petugas yang karena alasan tertentu oleh pimpinan dinas tidak diizinkan menyidik kasus baru, kecuali menyelesaikan kasus lama tahun-tahun sebelumnya.

Tidak disebutkan mengapa alasan aktivitas penyidikannya dibatasi. Namun, Samsudin mengaku bahwa pihaknya merasa kesulitan memproses hukum pelaku pembalakan. "Kemarin ada laporan, ada dua orang yang ditemukan mencuri kayu. Namun, kedua pelaku itu kasusnya ditangani Polres Lombok Barat karena kami tidak punya penyidik yang bekerja optimal," ujar Samsudin.

Padahal, degradasi kawasan hutan, terutama kawasan Hutan Rinjani (125.000 hektar) di Lombok, ataupun kawasan Hutan Tambora di Pulau Sumbawa, terus berjalan. Indikasi itu terlihat dari sumber air di Hutan Rinjani yang tinggal 56 titik dari 326 titik pada tahun 1980.

Pada Oktober dan November 2011, masing-masing 89 truk dan 340 truk memuat kayu, diduga berasal Hutan Tmbora, diseberangkan lewat Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.