Kompas.com - 13/03/2013, 22:53 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Aktivis menyesalkan penahanan Andri Yendra, petani yang menjadi tersangka kasus perambahan di Hutan Register 45 Mesuji, oleh Kepolisian Daerah Lampung.

Novelia Sanggem, aktivis dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Lampung, Rabu (13/3/2013) mengatakan, hal yang paling disesalkan adalah Andri tidak bisa dijenguk keluarganya yang datang ke tahanan Markas Polda Lampung.

Didampingi aktivis dari SRMI, Partai Rakyat Demokratik dan LBH Bandar Lampung, isteri dan anak Andri mendatangi Markas Polda Lampung, Rabu siang.

"Seharusnya pihak kepolisian memberikan kebijaksanaan terhadap keluarga untuk bertemu dengan Andy. Apalagi, mereka jauh dari Mesuji ke Bandar Lampung," ujar aktivis ini yang giat mengadvokasi petani di kawasan Hutan Register 45 Mesuji.

Puteri dari Ketua Lembaga Adat Megou Pak, Wan Mauli Sanggem, ini mengkritisi pula soal alasan penangkapan Andy. "Kalau hal yang dituduhkan ke Andy itu adalah soal perambahan hutan, maka kepolisian mestinya menangkap semua petani yang dikatakan sebagai perambah," ujarnya satir.

Terkait kasus ini, LBH Bandar Lampung bersedia menjadi pengacara dari Andy yang juga pernah ditahan dalam kasus serupa, yaitu soal pendudukan lahan hutan. LBH Bandar Lampung menurunkan tim yang berjumlah 13 orang.

Sebelumnya, Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar (Pol) Dono Indarto dalam jumpa pers, Rabu mengatakan, Andy ditahan karena pihaknya telah mengantungi dua alat bukti yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah koordinator perambah yang diduga menjual-belikan kawasan hutan tanaman industri itu.

"Kami ingin menyampaikan bahwa tidak ada satu jengkal pun tanah di negeri ini yang tidak dilindungi hukum. Kami mengimbau masyarakat menaati hukum yang berlaku. Namanya tanah hutan tidak boleh digunakan untuk pemukiman," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X