Kompas.com - 06/02/2013, 13:54 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus mendorong untuk membangun transportasi massal seperti monorel dan mass rapid transport (MRT) untuk mengurangi kemacetan. Ini juga diharapkan bisa mengurangi dana subsidi BBM yang terus melonjak setiap tahun.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menjelaskan, keinginan pemerintah memang ingin mengurangi subsidi BBM yang terus membengkak. Soalnya, kenaikan subsidi BBM ini menyebabkan anggaran fiskal membengkak dan menyebabkan defisit neraca perdagangan.

"Keinginan kita memang akan memperbaiki infrastruktur, sehingga kami dorong pembangunan transportasi massal seperti MRT. Ini tentu saja akan menghemat subsidi BBM. Ini yang selalu kami dukung," kata Mahendra selepas membuka acara Fitch Ratings "Indonesia Beyond Investment Grade" di Hotel Mandarin Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Saat ini, pemerintah memang telah memutuskan beban pembiayaan MRT yang ditanggung pemerintah pusat sebesar 49 persen dan pemerintah provinsi DKI Jakarta sebesar 51 persen. Awalnya, komposisi pembiayaan pembangunan infrastruktur mass rapid transit (MRT) adalah 42:58, yakni 42 persen biaya ditanggung pemerintah pusat, sedangkan 58 persen ditanggung Pemerintah Provinsi DKI.

Dengan komposisi baru itu, beban Pemprov DKI Jakarta berarti tetap lebih besar dibandingkan dengan pemerintah pusat. Sebelumnya, komposisi yang diusulkan Jokowi adalah 60 persen pusat dan 40 persen DKI Jakarta.

"Kami mengakui infrastruktur Indonesia ini masih rendah, sehingga akan kami dukung proyek-proyek infrastruktur lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi," tambahnya.

Seperti diberitakan, subsidi pada APBN 2013 sebesar Rp 317,2 triliun, naik 29,4 persen dari Rp 245,1 triliun di APBNP 2012. Subsidi energi mencapai Rp 274,7 triliun yang merupakan komponen subsidi.

Dari jumlah tersebut, subsidi BBM mencapai Rp 193,8 triliun, naik 41,1 persen dari tahun sebelumnya. Sementara subsidi listrik mencapai Rp 80,9 triliun, naik 24,6 persen dibanding tahun lalu. Dengan pembangunan transportasi massal tersebut diharapkan dapat mengurangi subsidi BBM yang terus membengkak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.