Kompas.com - 24/01/2013, 11:47 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

PONTIANAK, KOMPAS.com — Abrasi pantai di Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mencapai sembilan meter per tahun. Warga terpaksa pindah rumah menjauhi pantai.

Ketua Komite Nelayan Pantai Selatan, Ahmad Adole, Kamis (24/1/2013), menjelaskan, selama sekitar dua dekade terakhir, sudah ada belasan rumah yang terkena abrasi.

"Dulu, warga yang terkena abrasi masih bisa leluasa mencari lokasi baru untuk pindah. Saat ini, kami bingung harus pindah ke mana lagi kalau terkena abrasi karena hutan bakau sudah dibabat untuk dijadikan tambak," kata Ahmad.

Pembabatan hutan bakau sudah terjadi sejak 2008 untuk kawasan tambak dan sampai saat ini masih terus diprotes warga. Warga khawatir, pembabatan bakau mempercepat abrasi. Selain itu, warga juga kesulitan mendapatkan penghasilan alternatif saat tidak melaut. Warga biasa mencari kepiting, keong, dan biota laut yang laku dijual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.