Kompas.com - 17/01/2013, 20:09 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

BANYUMAS, KOMPAS.com — Harga telur di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir melonjak dari sebelumnya Rp 14.000-Rp 16.000 per kilogram menjadi Rp 19.000 per kg.

Kenaikan harga tersebut salah satunya disebabkan mahalnya biaya pemeliharaan ternak akibat kenaikan harga pakan. Sumarno, pedagang telur di Pasar Wage, Purwokerto, Kamis (17/1/2013), mengatakan, kenaikan harga telur sudah terjadi sejak di tingkat pedagang.

"Stoknya, sih, lancar, hanya harganya yang naik tinggi," ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Pusat Informasi Peternakan Jateng Gembong Nugroho mengatakan, salah satu penyebab kenaikan harga telur adalah turunnya produksi akibat kenaikan harga pakan. 

Dia mencontohkan, saat ini harga pakan konsentrat melonjak dari Rp 4.000 per kg menjadi Rp 6.500 per kg. Adapun harga jagung naik dari Rp 2.300 per kg menjadi Rp 4.000 per kg.

Hal tersebut menyebabkan banyak peternak, terutama yang populasi ternaknya di bawah 10.000 ekor, gulung tikar. Peternak-peternak tersebut banyak berada di sejumlah wilayah pemasok telur ke Purwokerto, seperti Kabupaten Brebes dan Purbalingga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X