Polisi Kejar Dua Terduga Teroris yang Masuk Hutan di Dompu

Kompas.com - 10/01/2013, 02:26 WIB
Editor

MATARAM, KOMPAS - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat terus melakukan penyisiran di wilayah Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, untuk memburu dua terduga teroris yang melarikan diri.

Keduanya melarikan diri saat Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan penyergapan pada akhir pekan lalu. Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Mochammad Iriawan, Rabu (9/1), saat menggelar barang bukti hasil penyergapan.

”Seorang sedang makan di salah satu warung di Dompu. Namun, saat akan ditangkap, dia lari masuk ke hutan. Yang satunya juga lari,” ujarnya.

Sebelumnya, ada tujuh terduga teroris dari Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang melarikan diri ke Bima dan Dompu. Lima orang di antaranya ditembak mati. Dua orang di antaranya tewas di Dusun Rora, Desa Manggenae, Kabupaten Bima. Sementara tiga orang lainnya di Dusun Kandai, Desa Ginte, Kabupaten Dompu. Dua orang lainnya melarikan diri.

Iriawan tak mau menyebutkan identitas dua terduga teroris yang diburu itu. Kawasan hutan yang dijadikan obyek penyisiran, polisi juga tak mau mengungkapkannya.

Dari barang bukti yang disita di sebuah gubuk di Dusun Rora, polisi menemukan sejumlah bahan-bahan pembuat bom, seperti baterai, potongan-potongan pipa, kabel, bubuk hitam, dan urea. Potongan pipa yang berjumlah 146 potong setelah dirakit sedemikian rupa menjadi 70 bom yang siap meledak. Rencananya, bom itu akan diledakkan di kawasan obyek wisata, seperti Pantai Lakei dan Pantai Kalaki.

Adapun barang bukti yang ditemukan di Dusun Kandai berupa satu senjata revolver dan FN. Senjata tersebut sudah dibawa Densus 88 ke Jakarta bersama lima jenazah terduga teroris.

Kawasan pembuatan bom

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengungkapkan, kepolisian dan Satuan Tugas (Satgas) BNPT di Bima menemukan kawasan pembuatan bom di Kandai, Kabupaten Dompu, NTB. Barang bukti yang disita antara lain satu bom pipa siap pakai dan empat bom pipa yang belum terangkai di Kelurahan Kandai.

Selain itu, lanjut Ansyaad, polisi dan satgas BNPT juga menemukan material pembuatan bom, seperti baterai 9 volt, inisiator lampu, pupuk urea 25 kg, asam nitrat 20 liter, sodium 2 liter, dan paku-paku besi.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, polisi menyita 20 bom pipa dan tiga bom tupperware di sekitar Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari hasil interogasi terhadap dua tersangka, yakni Syarifudin dan Fadli, diperoleh informasi pelatihan pembuatan bom dengan sembilan peserta.

”Pelatih pembuatan bom diduga Abu Asmar alias Abu Uswah, yang tewas di Makassar, Sulsel,” kata Boy. Polisi kini menggeledah sejumlah tempat, antara lain rumah Fadli di Kalosi.(RUL/FER)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.