NTB Tetapkan UMP Rp 1,1 Juta - Kompas.com

NTB Tetapkan UMP Rp 1,1 Juta

Kompas.com - 01/12/2012, 00:23 WIB

MATARAM, KOMPAS.com -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan upah mininum provinsi (UMP) tahun 2013 sebesar Rp 1,1 juta, atau naik 10 persen dibanding UMP tahun 2012 sebesar Rp 1 juta. UMP itu berlaku efektif Januari 2013.

Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, Mukhlis mengatakan, UMP 2013 untuk NTB itu sebagai tindak lanjut kesepakatan Dewan Pengupahan dan Asosiasi Pengupahan Indonesia, dan Serikat Pekerja dan Pemerintah yang menyepakati angka itu. UMP NTB itu lebih rendah dari UMP Bali sebesar Rp 1,8 juta, meski lebih tinggi dibanding NTT sebesar Rp 1.010.000.

Ia mengemukakan, banyak perusahaan yang menggaji karyawannya lebih besar ketimbang UMP tadi seperti karyawan perusahaan pertambangan emas PT Newmont Nusa Tenggara sebesar berkisar Rp 6 juta, atau karyawan hotel-restoran di obyek wisata Senggigi, atau Kota Mataram, yang bergaji Rp 4 juta.

Namun demikian, ia tidak memungkiri adanya perusahaan yang baru berktivitas setahun-dua tahun, seperti salon kecantikan, rumah makan dan toko-toko, yang memberi gaji di bawah UMP NTB tahun 2012 dan 2013. “Kami bisa memaklumi karena usaha itu baru tumbuh, dan tetntunya antara pemilik dan karyawan sudah ada kesepakatan bersama,” kata Mukhlis, Jumat (30/11/2012) di Mataram.

 


EditorNasru Alam Aziz
Komentar

Terkini Lainnya

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional
Usung Tema 'Enlightenment', Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Usung Tema "Enlightenment", Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Regional
Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Nasional
Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Internasional
Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

Regional

Close Ads X