Kompas.com - 23/11/2012, 08:46 WIB
|
EditorKistyarini

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) dilaporkan tewas akibat kecelakaan kerja di Sandakan, Sabah, Malaysia, lima hari yang lalu. Namun, hingga kini jenazah Asik, TKI asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, itu masih terkatung-katung di Sandakan.

Asik meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Keluarganya berharap perusahaan dan Pemerintah Indonesia membantu pemulangan jenazahnya agar bisa dimakamkan di kampung halaman.

Asik (40), warga Jalan Pangiu Lorong II Lingkungan Ujung, Kelurahan Polewali Mandar, ini dilaporkan meninggal dunia oleh sejumlah teman dan perusahaan tempatnya bekerja di Sandakan. Asik meninggal di perairan laut Sandakan pada Senin 19 November lalu.

Seperti dilaporkan pihak perusahaan, korban yang sedang bekerja di sebuah kapal penangkap ikan terpeleset dan terjatuh ke laut saat sedang membuang jaring.

Teman-teman Asik gagal menolongnya akibat gelombang yang terlalu besar. Jenazah Asik sendiri baru ditemukan pada Kamis (22/11/2012) petang.

Korban kini disemayamkan di rumah sakit di Sandakan Sabah. Istri korban, Muhdar, ketika ditemui di kediamannya, Jumat (23/11/2012), terlihat shock mendengar kabar kematian suaminya.

Korban bekerja di sebuah perusahaan penangkapan ikan di Malaysia bernama Syarikat YIN Heng/Phua Peh Lik di Sandakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terakhir kali Bapak menelepon saya, Sabtu lalu menanyakan keadaan ketiga anaknya. Bapak menyatakan kondisinya tetap baik-baik. Saya sangat terkejut ketika adik saya yang juga bekerja di perusahaan tersebut menginformasikan bahwa Bapak terjatuh ke laut dan baru ditemukan hari Kamis," tutur Muhdar sambil berlinang air mata.

Keluarga Asik mengharapkan bantuan perusahaan tempat korban bekerja dan pemerintah untuk memulangkan jenazah korban ke Polewali. Rencana keluarga akan menguburkannya di kampung halamannya. Sementara itu, Kepala Lingkungan Ujung, Mulyadi, mengatakan, pihaknya juga berharap jenazah korban secepatnya dipulangkan.

Sekretaris Lurah Polewali, Stefanus Buntu, telah melayangkan surat laporan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Polman terkait kabar kematian salah satu warganya.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disosnakertrans, Syahrullah Amri, membenarkan telah menerima surat dari Kelurahan Polewali tentang warga yang meninggal di luar negeri saat menjadi TKI.

Syahrullah mengatakan, Asik memang berangkat menggunakan paspor resmi, tetapi tidak diberangkatkan PJTKI resmi.

Pihak Disosnakertrans Polewali telah menghubungi Kepala BP3TKI Makassar, Agus Bustani, terkait prosedur pemulangan warga Ujung ini. Disosnakertrans juga akan bersurat secepatnya ke KJRI Kinabalu untuk membantu pemulangan jenazah korban, termasuk mempertanyakan hak-haknya sebagai tenaga kerja di luar negeri serta asuransi kecelakaan kerja dari perusahaan tempatnya bekerja di Sabah, Malaysia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.