Kompas.com - 17/11/2012, 14:35 WIB
|
EditorRusdi Amral

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Para pelaku bisnis kelapa sawit di Kalimantan Tengah dinilai kerap mengabaikan hak asasi manusia (HAM). Bentuk-bentuk pengabaian itu antara lain penggunaan tanah yang tak didahului persetujuan masyarakat hingga terjadinya kriminalisasi.

Direktur Sawit Watch Nurhanudin Achmad di Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (17/11/2012), mengatakan, perkebunan sawit berskala besar masih menimbulkan persoalan. "Masalah itu terjadi hampir di semua lokasi pembangunan perkebunan sawit," ujarnya dalam Kongres Sawit Watch.

Berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng, beberapa perusahaan yang berkonflik dengan masyarakat adalah PT SGM, PT KSL, PT BAS, dan PT RAS. Karena itu, tutur Nurhanudin, para pelaku bisnis sawit didesak untuk menghormati HAM.

Kintetman (31), perwakilan masyarakat yang hadir dalam Kongres Sawit Watch, menjelaskan, PT SGM melakukan penggusuran terhadap tanah yang dianggap milik masyarakat di Kabupaten Barito Timur tanpa pemberitahuan. Lahan itu seluas 17 hektar (ha).

Kepala Departemen Kampanye Sawit Watch Jefri Gideon Saragih mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang untuk menerapkan percontohan program Pengurangan Emisi dari Deforestrasi dan Degradasi Hutan (REDD plus) di Kalteng.

Program itu didukung moratorium pengeluaran izin beberapa bidang, termasuk perkebunan di delapan kabupaten. Gubernur juga mendorong perkebunan berkelanjutan. Sawit Watch berharap inisiatif pelaksanaan moratorium menjadi contoh para gubernur lain di Kalimantan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.