Kompas.com - 14/11/2012, 21:42 WIB
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Keraton Kasunanan Surakarta dalam waktu dekat ini akan melayangkan gugatan terkait Daerah Istimewa Surakarta (DIS). Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum Keraton mengatakan, gugatan itu bukan untuk membentuk daerah istimewa, melainkan mengembalikan DIS.

Sebab, kata Yusril, DIS merupakan sesuatu yang pernah ada pada zaman dahulu dan tinggal dihidupkan kembali. Solo pernah mendapat status sebagai daerah istimewa bersama Yogyakarta pada awal kemerdekaan.

“Pemerintah kemudian mencabut status tersebut akibat terjadinya konflik sosial di kota Solo. Sampai sekarang status itu belum dikembalikan,” katanya, di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Belakangan, pemerintah justru memasukkan Solo menjadi bagian dari Jawa Tengah pada tahun 1950. Menurut Yusril, saat ini pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta sejarah terkait status keistimewaan tersebut. “Kajian dilakukan secara akademis oleh para ahli sejarah terhadap fakta-fakta tadi. Setelah itu baru dibawa ke MK,” katanya.

Yusril akan meminta MK menafsirkan berbagai aturan ketatanegaraan terkait status keistimewaan tersebut. Permohonan peninjauan ke Mahkamah Konstitusi tidak hanya untuk membatalkan undang-undang. Masyarakat pun bisa mengajukan judicial review.

Namun kapan gugatan itu akan diajukan, Yusril menyatakan masih belum ada kepastian. “Secepatnya. Target kami sebelum pergantian presiden sudah diajukan," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.