Kompas.com - 13/11/2012, 15:48 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

SEMARANG, KOMPAS.com - Mantan Wali Kota Salatiga periode 2006-2011, Jawa Tengah, John Manoppo, Selasa (13/11/2012), akhirnya mendekam di ruang sel tahanan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Jalan Sukun, Semarang.

John Mannopo tiba di Kantor Direskrimsus Polda Jateng pukul 13.00 WIB, setelah dia ditangkap oleh tim penyidik Kepolisian Daerah Jateng di perumahan Mutiara, Salatiga, Jateng sekitar pukul 10.30 WIB.

John ketika ditemui di Kantor Direskrimsus Polda Jateng, Semarang, tidak banyak ngomong. John malah mengumbar senyum dan berulang kali mengacungkan jempol tangannya ke arah wartawan. Acungan jempol itu tidak jelas maknanya.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Komisaris Besar Pol Mas Guntur Laope, mengatakan, mantan Wali Kota Salatiga itu terbukti terlibat dalam proyek jalan lingkar Salatiga senilai Rp 49,21 miliar, dikerjakan tahun 2003-2008.

Peran John Manoppo dalam proyek yang merugikan negara sekitar Rp 12,2 miliar itu, sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA). Dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan lingkar Salatiga itu, istri Wali Kota Salatiga saat ini, Titik Kirnaningsih, telah divonis 5 tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.

Dalam pengerjaan jalan sepanjang 6,5 kilometer itu, Titik Kirnaningsih adalah pelaksana proyek. Saat itu menjabat Direktur PT Kuntjup. Dalam dokumen lelang tercatat PT Kuntjup bekerja sama dengan PT Kadi International. Semula PT Kuntjup-PT Kadi tak direkomendasikan sebagai pemenang lelang.

Diduga ada kongkalikong antara terpidana Titik Kirnaningsih dan pejabat di Dinas Pekerjaan Umum serta Wali Kota Salatiga saat itu, John Mannopo. Modusnya, John Manoppo membuat disposisi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Salatiga, Saryono, untuk memenangkan PT Kuntjup-PT Kadi.

Dalam pelaksanaan proyek, PT Kuntjup-PT Kadi diduga melakukan berbagai manipulasi, sehingga menyebabkan hasil pengerjaan proyek tak sesuai kontrak, dan diduga merugikan negara hingga Rp 12,2 miliar. Saryono juga sudah divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jateng.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.