Tiga Hari di Jurang, Iqbal Hanya Ingat Pesan Ayah

Kompas.com - 02/11/2012, 19:03 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Muhammad Firas Awaluddin Iqbal, mahasiswa yang sempat hilang di Gunung Semeru, sudah berada di rumah orangtuanya di Dusun Demang Jaya RT 04 RW 01, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam kondisi selamat.

Ketika Iqbal tiba di rumahnya, raut gembira terlihat di wajah keluarga dan para tetangganya. Mahasiswa yang masih semester III Fakultas Teknologi Industri Pertanian itu, tiba di rumahnya bersama rombongan tim SAR gabungan.

"Kondisi fisik dan psikologisnya sudah bagus. Jadi, kita tidak perlu bawa ke rumah sakit," kata Lutfi, anggota Lembaga Kesehatan Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya, yang ikut mencari Iqbal.

Iqbal mengaku, dia bisa bertahan hidup di jurang Puncak Mahameru, karena hujan. "Saya bisa hidup, berkat air hujan yang saya minum," katanya.


Iqbal hanya minum air hujan selama tiga hari empat malam. Untungnya, Iqbal juga membawa cokelat. "Itu sisa bekal saya. Saya juga sempat bermalam di dalam sebuah gua. Di sana, saya bermalam selama dua malam," akunya.

Saat siang hari, Iqbal keluar dari gua tersebut untuk mencari buah-buahan yang ada di hutan. "Berbekal itu, saya bisa bertahan hidup," aku putra dari pasangan Maria Ulfa (41) dan Eko Haryanto (44) itu.

Lebih lanjut Iqbal mengaku, bisa selamat di dalam hutan, karena berpatokan pada perintah bapaknya yang memberikan pengalamannya saat ada di dalam hutan. "Ayah saya juga pernah hilang enam hari di hutan di Gunung Semeru juga," katanya.

Saat tersesat, katanya mengutip pesan sang ayah, harus fokus dan optimis. Pikiran harus tenang. "Kalau pikiran tenang yakin akan selamat," katanya.

Sementara itu, Maria Ulfa ibunya, mengaku sudah pasrah. "Syukur alhamdulillah anak saya bisa kembali dengan selamat," cetusnya dengan nada gembira.



EditorKistyarini

Close Ads X