Kompas.com - 28/10/2012, 09:43 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jika benar cedera kepala yang dialami pelajar kelas 1 SMA Dominikus Wonosari, Rezza Eka W yang kini dirawat di RS Bethesda, Yogyakarta akibat pemukulan polisi, pihak keluarga akan menempuh jalur hukum.

Seperti yang diberitakan, sejumlah kesakian mengungkapkan, Rezza mengalami pemukulan dari seseorang yang diduga polisi ketika mengendarai motornya di malam takbiran lalu. 

Rezza masih dirawat intensif di RS Bethesda Yogyakarta setalah malams ebelumnya dirawat sementara di RSUD Wonosari. Pemindahan ini dilakukan keluarga mengingat luka serius di kepala. "Rezza saya bawa ke sini tadi malam jam 01.00 wib," ujar Ida, ibu korban saat di temui di RS Bethesda, Sabtu (27/10/2012) kemarin.

Ida, ibu korban tahu peristiwa yang menimpa putranya tercinta dari teman Rezza yang saat itu berada di lokasi. Rezza bersama teman-temannya mengendarai motor yang rencananya mau ke angkringan di depan Toko Garuda. Namun sesampai di depan DPRD Gunungkidul, tiba-tiba kepalanya dipukul dengan helm hingga terjatuh dan dilarikan ke RSUD Wonosari.

"Saya akan tetap melanjutkan ke jalur hukum jika memang benar anak saya seperti ini akibat dari pemukulan," terangnya..

Hal senada diungkapkan Nugroho P, ayah korban, "Keadilan tetap harus ditegakkan, jika memang bukan murni kecelakaan tunggal maka harus tetap di usut siapa pelaku yang membuat Rezza sampai cidera berat di kepala."

Menurut Nugroho, beberapa anggota polisi sempat datang ke RSUD Wonosari untuk menanyakan data korban. "Tadi malam memang ada beberapa anggota polisi yang datang, mereka menemui istri saya untuk menayakan nama korban, nama orang tua dan alamat. Setelah itu mereka pergi," papar Nugroho.

Ibu dan ayah korban tampak shock melihat peristiwa yang menimpa Rezza. "Kami benar-benar shock atas kejadian ini. Saya masih mencari informasi siapa pelaku pemukulan ini, entah orang biasa atau memang benar oknum kepolisian kami akan tetap melanjutkan ke jalur hukum," kata Nugroho.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.